Angkasa Pura 2

Penghasilan Tak Menentu, Abang Ojol: Buat Makan Susah, Untung Anak Sekolah di Negeri

KoridorKamis, 4 Juni 2020
IMG-20200604-WA0002_resize_66

BEKASI (BeritaTrans.com) – Sejak awal masuknya wabah virus Corona (Covid-19) di Indonesia membuat pengemudi ojek online (ojol) menjadi salah satu yang terdampak.

Hal itu lantaran di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka meminimalisir penyebaran virus Corona, pemerintah melarang ojol untuk angkut penumpang dan hanya memperbolehkan makanan serta barang.

Wagiman, pengemudi ojol (Gojek) asal Pengasinan, Pondok Hijau, Bekasi ini mengutarakan pusing soal belum adanya keputusan pemerintah terkait aturan untuk membawa penumpang kembali.

“Berat, banyak pengemudi yang biasa maen go-ride jadi pemain go-food ataupun go-send. Ini saya lagi pusing, hari ini saya baru dapat dua orderan saja,” utara dia kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Kamis, (4/6/2020).

Wagiman sendiri setiap harinya mencari orderan di wilayah Bekasi saja. Selama masa PSBB dirinya mendapatkan penghasilan tidak tentu dari hasil go-food dan go-send dan terkadang dalam sehari dirinya tak mendapatkan orderan.

“Penghasilan dari orderan go-food sama go-send ga tentu selama PSBB. Malah kadang dalam satu hari ga terima orderan sama sekali,” ungkapnya.

Namun, di dalam masa krisis orderan selama PSBB berlangsung dirinya kerap mendapatkan bantuan dari pihak aplikator berupa voucher yang bisa ditukarkan dengan sembako.

“Alhamdulillah, dari pihak aplikator memberikan bantuan berupa voucher yang bisa ditukarkan dengan sembako di minimarket,” tambahnya.

Terkadang dia juga bingung untuk biaya hidup keluarga sehari-hari hingga cicilan motor jika dalam sehari ataupun dua hari tidak mendapatkan orderan baik dari go-food atau pun go-send.

“Pernah satu atau dua hari saya ga dapet orderan, bingung buat makan sehari-hari sama buat bayar cicilan motor. Akhirnya saya relakan motor pertama yang sudah lunas untuk dijual buat bayar cicilan motor yang digunakan sehari-hari untuk ngojol. Alhamdulillahnya lagi, anak saya dua-duanya sekolah di negeri jadi masih gratis. Anak pertama SMP dan kedua SD,” tambahnya.

Dia berharap kedepannya penghasilan ojol bisa kembali pulih seperti biasanya sebelum merebaknya wabah virus Corona. (dan)