Angkasa Pura 2

Lulusan PIP Semarang ini Jadi Nakhoda Kapal Pandu Tongkang di Marunda

Dermaga SDMKamis, 25 Juni 2020
IMG_20200625_110441_resize_5

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Adalah Keman (43) asal Kendal, Jawa Tengah, salah satu nakhoda kapal pandu di Marunda, Jakarta Utara.

Ayah dari satu anak ini sudah 21 tahun menggeluti jadi pelaut. Berbekal ijazah ANT-D, ia menjadi kapten kapal asisst atau kapal pandu untuk tongkang.

IMG_20200625_110754_resize_29

Dia mengungkapkan kali pertama jadi pelaut tahun 1999 ikut teman dengan kapal phinisi ke Kalimantan, dengan berbekal buku pelaut, BST dan ijazah yang diperlukan syarat pelaut.

Pada tahun 2003, dia mendapat sertifikat rating dari PIP Semarang. Dia lalu pindah ke kapal tugboat sebagai juru mudi, dan sejak tahun 2010 jadi kapten di kapal assist.

Keman mengutarakan selama wabah Covid-19 ini sejak Februari 2020 terjadi penurunan aktifitas kapal assist yang biasa memandu tongkang.

“Lagi sepi kegiatan semenjak ada Corona, biasanya sehari bisa 6-8 kapal yang dipandu, sekarang sudah dua hari sekali baru ada kapal,” ungkapnya saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id, Kamis (25/6/2020).

Berkaitan dengan Hari Pelaut Sedunia, Keman berharap pemerintah memperhatikan kesejahteraan kalangan pelaut, karena masih banyak pelaut yang dibayar di bawah standar.

“Para pelaut pasti berharap kepada pemerintah, ada peningkatan kesejahteraan, terutama masalah gaji. Banyak teman saya yang masih di bawah standar gajinya karena memang tidak ada standarnya untuk pelaut,” ujar Keman.

Dia mengutarakan tingkat risiko kerja pelaut lebih tinggi dibandingkan kerja di darat. Tetapi risiko itu tidak sebanding dengan penghasilan.
(ahmad)