Angkasa Pura 2

Sepi Penumpang, Nelayan Kapal Tradisional Kali Kresek Berharap Wabah Corona Cepat Berlalu

DermagaKamis, 25 Juni 2020
IMG_20200625_210601_resize_93

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sore itu tidak begitu ramai di dermaga Kali Kresek hanya para nelayan kapal tradisional yang tampak sedang menunggu penyewa atau pengguna kapalnya untuk mengantar pelaut ke kapal yang berlabuh di perairan Tanjung Priok atau mengangkut pemancing, Kamis (25/6/2020).

IMG_20200625_161038_resize_1

Dampak wabah virus Corona yang melanda membuat penurunan jumlah penumpang yang akan sewa kapal tradisional di daerah Kali Kresek, Lagoa, Jakarta Utara.

IMG_20200625_162157_resize_50

Seperti yang diungkapkan Abidin (41), pendatang asal Cirebon dan juga Jojo (18) asal Jakarta, “Sepi penumpang semenjak ada Corona, ada paling banyak 2 – 4 orang yang diantar ke kapal yang sedang berlabuh, biasanya sebelum Corona bisa angkut 10 orang, setiap penumpang dikenakan tarif dari 20 ribu hingga 150 ribu bahkan lebih, tergantung jaraknya,” katanya, saat ditemui BeritaTrans.com dan aksi.id.

Selama Corona mereka mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah, Pelindo II dan PT Bogasari

Abidin, Jojo serta rekan lainnya berharap agar wabah Corona cepat berlalu dan segera pulih kembali seperti sebelumnya, tuturnya.

Layanan kapal tradisional ini buka 24 jam, siap antar penumpang sesuai tujuannya.

“Kami buka 24 jam, jadi jam berapa saja siap antar penumpang ke kapal yang berlabuh atau pemancing yang ingin ke pulau Damar, kalo untuk mancing dikenakan tarif 700 ribu untuk sewa kapal dengan kapasitas hingga 10 orang saja, ” katanya

Untuk keselamatan penumpang, sudah dipersiapkan pelampung dan life jacket, tambahnya.(ahmad)