Angkasa Pura 2

Viral Video Pilu ‘PHK Karyawan’, Ini Penjelasan Lion Air

Kokpit SDMMinggu, 28 Juni 2020
5282020223539

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Satu video beredar di media sosial, menampilkan sejumlah karyawan sebuah maskapai penerbangan ternama di Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Peluk tangis mengiringi PHK tersebut.

Video tersebut, indozone.id merilis dibagikan akun @lambe_turah dan menuai banyak komentar. Namun belum diketahui pasti apa yang melatari PHK besar-besaran tersebut.

Tampak dalam video, para karyawan yang semuanya mengenakan seragam berwarna biru, tampak menyampaikan salam sampai jumpa. Sebagian menangis dan berpelukan satu sama lain.

Pada bagian akhir video, mereka berfoto bersama di landasan terbang di dekat sebuah pesawat bertuliskan “Lion” dengan warna merah.

Netizen ramai mengomentari video tersebut. Ada yang heran mengapa masih ada PHK mengingat saat ini sudah memasuki era new normal.

“New normal kok malah kena PHK????,” tulis akun @lussii.nana.

“InsyaAllah dapet kerjaan yang lebih baik dan berkah setelah ini. Cepat sembuh indonesiaku????,” komentar @moehamadarief.

“Ya Tuhan sedih banget kalau dengar kata PHK, yang tamat kuliah saja belum dapat kerja ini uda nambah lagi penggangguran ???????? semoga membaik,” tulis akun @halizah.manis.

Atas video yang beredar tersebut, pihak maskapai berlogo singa merah itu buka suara.

“Mengenai hal tersebut bukan pemutusan hubungan kerja (PHK),” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro melalui pesan singkat seperti dikutip detik.com, Minggu (28/6/2020).

Danang menjelaskan bahwa yang dilakukan oleh maskapai adalah pengurangan tenaga kerja yang kontraknya sudah habis, alias tidak diperpanjang.

“Jadi pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan pada Mei lalu, Manajemen Lion Air Group terpaksa mencicil pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawannya, sebagai imbas dari penurunan kinerja perusahaan, sejak mewabahnya virus corona dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tanah Air.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Lion Air Group telah melakukan pembicaraan dengan mitra-mitra usaha, serta melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi, semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya. Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterpakan pada Maret, April, Mei sampai waktu yang belum ditentukan.

Menurut Danang, manajemen masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi serta mempelajari kapan saatnya industri penerbangan domestik dan internasional akan beroperasi normal kembali.

“Perusahaan anggota Lion Air Group memutuskan kebijakan-kebijakan yang dinilai dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Dalam upaya menjaga kelangsungan dimaksud, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal, karena terjadi pembatasan perjalanan, hanya beroperasi 5% dari kapasitas normal sebelumnya rata-rata 1.000 penerbangan per hari,” ujar Danang melalui keterangan tertulis yang diterima Indozone pada Rabu (20/5/2020).

Danang mengatakan, pada tahun ini, pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal secara domestik dan internasional. Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.

“Kami masih terus mempelajari situasi yang terjadi untuk mempersiapkan strategi dan langkah yang akan diambil guna menjaga kelangsungan hidup perusahaan termasuk meminimalisir (mengurangi) beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19,” pungkas Danang.