Angkasa Pura 2

KA Bandara Persiapan Operasional 1 Juli, Sesuai Adaptasi Kebiasaan Baru

EmplasemenSenin, 29 Juni 2020
Screenshot_20200629-185415

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kembali beroperasinya Kereta Api (KA) Bandara pada 1 Juli nantinya akan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat.

Kebijakan itu mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian corona virus disease (Covid19) dan Surat Edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020 Tanggal 8 Juni 2020 tentang pedoman dan petunjuk teknis pengendalian transportasi perkeretaapian dalam masa adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kereta Api Bandara Soekarno- hatta kembali melayani penumpang mulai 1 Juli 2020, PT Railink telah menyusun langkah- langkah Adaptasi Kebiasaan baru yang harus dipatuhi oleh penumpang saat berada di area Stasiun dan saat di dalam perjalanan Kereta Api Bandara,” ungkap Plt Direktur Utama PT Railink Mukti Jauhari, dalam keterangan resminya, Senin (29/6/2020).

Mukti juga menyebutkan ketentuan bagi calon penumpang, pendamping, atau pengunjung Kereta Api Bandara, wajib menggunakan masker saat berada di area stasiun maupun didalam perjalanan Kereta Api Bandara, wajib menjaga jarak minimal satu meter atau mengikuti tanda/marka yang tersedia dengan penumpang lainnya atau petugas.

Hal lain yaitu, bagi penumpang dengan suhu tubuh lebih dari 37,3°C tidak diperkenankan naik, serta untuk menghindari kontak fisik, disarankan membeli tiket Kereta Api Bandara secara online melalui website, aplikasi Railink, maupun mitra Railink

Penumpang juga diwajibkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rutin cuci tangan, tidak meludah, buang sampah pada tempatnya, dan hindari menyentuh wajah.

Jika tidak memenuhi ketentuan, penumpang tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan menggunakan Kereta Api bandara dan tiket dapat dibatalkan.

Ketentuan pengembalian tiket adalah dengan cara penumpang menyerahkan boarding pass kepada petugas customer service dan melengkapi data sesuai form yang telah tersedia. Jika memiliki tiket kembali (return) juga dapat langsung dilakukan proses pembatalan.

Pembatalan tiket juga dapat melalui email ke alamat info@railink.co.id dengan melengkapi data nama lebgkap, telpon, kode booking, relasi, harga tiket, jumlah tiket, nomor rekening, dan nama bank.

Pengembalian dana pembelian tiket sesuai harga tiket (penuh) diluar bea pesan.

Pengembalian dana pembatalan tiket di proses dengan cara transfer maksimal 30 hari.

“Selain itu, PT Railink sedang mempersiapkan layanan yang lebih prima ditatanan normal yang baru seperti, penerapan protokol kesehatan bagi seluruh petugas Kereta Api Bandara, penyemprotan cairan disinfektan secara berkala, penempatan wastafel, hand sanitizer, menyediakan sabun cuci
tangan di dalam toilet KA Bandara serta fasilitas terbaru berupa pemasangan sekat pembatas antar kursi kereta dan hari ini kami melaksanakan rapid test bagi seluruh petugas dan karyawan PT Railink dengan tujuan untuk memastikan bahwa semua petugas kami dalam kondisi sehat dan siap melayani penumpang KA Bandara mulai tanggal 1 Juli nanti”, tambah Mukti.

Screenshot_20200629-185437

Pada tahap awal, PT Railink hanya menjual tiket 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk menciptakan physical distancing selama dalam perjalanan.

Tiket dapat dipesan secara online melalui aplikasi Railink, website, mitra Railink maupun secara offline di mesin tiket dan Point Of Sales (POS) masing- masing Stasiun.

“Tiket Kereta Api Bandara tersedia di seluruh kanal penjualan tiket baik itu online maupun secara offline di masing- masing stasiun dengan harga tiket mulai dari Rp 10.000 dan selama masa promo di Bulan Juli ini, tidak ada pengembalian tiket terkecuali bagi penumpang yang tidak memenuhi ketentuan selama masa adaptasi kebiasaan baru”, tutup Mukti. (fhm/foto:@igrailink)