Angkasa Pura 2

Gegara Covid-19, Nakhoda Kapal di Marunda ini Tinggal di Kapal Sejak Januari 2020

Dermaga SDMSelasa, 30 Juni 2020
IMG-20200630-WA0011

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pandemi Covid-19 menyebabkan nakhoda kapal pandu di Marunda, Jakarta Utara, ini telah enam bulan belum pulang ke rumah.

Keman (43) tidak dapat pulang kampung untuk menemui serta bercengkerama dengan istri dan seorang anaknya di Kendal, Jawa Tengah.

Penutupan semacam lockdown wilayah dan banyaknya dokumen, yang harus dilengkapi, terutama ketika terjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar, menyebabkan dirinya harus mengerem keinginan pulang kampung, termasuk saat Idul Fitri kemarin.

“Saya sejak bulan Januari belum pulang nih untuk ketemu dengan keluarga, jadi selama ini tidur dan tinggal ya di kapal ini bersama lima rekan kerja saya,” tuturnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, kemarin.
IMG_20200625_110754_resize_29
Padahal ketika terjadi Covid-19, aktifitas kapal mengalami penurunan. Sedikit kapal tongkang, yang harus dipandu.

“Lagi sepi kegiatan semenjak ada Corona. Biasanya sehari bisa 6-8 kapal yang dipandu, sekarang dua hari sekali baru ada kapal,” ungkapnya.

Lalu setelah new normal berkaitan Covid-19, kapankah mau pulang kampung? “Belum tau,” cetisnya.

Ayah dari satu anak ini sudah 21 tahun menggeluti jadi pelaut. Berbekal ijazah ANT-D, ia menjadi kapten kapal asisst atau kapal pandu untuk tongkang.

Bermula dari tahun 1999 mengikuti jejak temannya yang menjadi pelaut dengan kapal phinisi angkut material kayu ke Kalimantan.

Hingga di tahun 2003, dia ikut diklat pelayaran untuk mendapatkan buku pelaut dan BST (Basic Service Training) di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

“Awalnya di tahun 1999 ikut teman di kapal phinisi bawa material kayu di daerah Kalimantan, lalu pada tahun 2003 ikut diklat di PIP Semarang untuk dapatkan buku pelaut dan ijazah BST, dan keperluan untuk pelaut,” ungkapnya.

Di tahun 2003, bekerja di kapal tugboat di daerah Pontianak sebagai juru mudi dengan gaji saat itu yang ia terima 400 ribu sampai 500 ribu per bulan dan berlangsung lama hingga 2010. Sekarang kerja sebagai kapten di kapal asisst atau kapal pandu batubara di dermaga Marunda, Jakarta Utara, tambahnya.

(ahmad)