Angkasa Pura 2

MRT Jakarta Pastikan 2 Ribu Pekerja Ikuti Protokol Kesehatan

EmplasemenSelasa, 30 Juni 2020
images (16)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sejak tertunda selama tiga bulan karena pandemi Covid-19, Konstruksi proyek MRT Fase II Bundaran HI-Kota paket CP201 sudah mulai di kerjakan pada 15 Juni lalu.

Paket ini merupakan pembangunan terowongan dan jalur MRT bawah tanah yang akan menghubungkan Bundaran HI sampai Harmoni.

Direktur Utama MRT Jakarta, William Syahbandar menyatakan, sejak 15 Juni, proyek pembangunan MRT Fase II telah dimulai kembali. Saat ini, kontraktor paket CP201 sedang melakukan kegiatan mobilisasi tenaga kerjanya ke Jakarta.

Salah satu yang menjadi perhatian pihaknya, adalah memastikan protokol kesehatan saat mereka memasuki Jakarta.

“Fase II per 15 Juni kemarin itu, kami sudah mengeluarkan surat perintah kerja kepada kontraktor dan CP201 sudah melakukan kegiatan mobilisasi personel. Tenaga kerja sudah datang. Kita tetap mempersiapkan protokol kesehatan bagi seluruh tenaga kerja yang datang dari luar Jakarta,” ungkapnya.

Karena ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), lanjut William, semua yang masuk ke Jakarta mereka minta lakukan seluruh pemeriksaan dan protokol kesehatan.

Selain itu, akunya, pihaknya juga sudah menerapkan protokol kesehatan pada lokasi proyek dan domisili tenaga kerja. Setidaknya, akan ada 2 ribuan tenaga kerja secara bertahap datang ke Jakarta.

Dengan molornya pembangunan selama tiga bulan, William memprediksi, Fase II CP201 akan selesai paling lambat Maret 2025. Target awalnya, proyek ini bisa selesai Desember 2024. “Tiga bulan tidak ada kegiatan, otomatis waktu dimulai pekerjaan pada Juni,” jelasnya.

William juga mengatakan, dari sisi pendanaan tidak ada masalah. Pihaknya sudah menjamin dana dari The Japan International Cooperation Agency (JICA) tetap berjalan dengan lancar. Pihaknya, Februari lalu sudah melakukan penandatanganan paket kontrak CP201.

Konsorsium Shimizu Adhi Karya JV (SAJV) yang akan menggarap paket CP201. Ikut Mundur William memastikan, paket kontrak CP202 hingga CP207 juga akan mengalami perlambatan lantaran proses lelang yang juga mundur.

“Kami juga antisipasi peningkatan pembiayaan pada saat proses pelelangan dilakukan di fase ini. Ini memungkinkan operational stage, atau penyelesaian MRT dari Harmoni ke Kota baru bisa diselesaikan Maret 2026,” katanya.

Sebagai informasi, pembangunan fase 2 dimulai dengan pembangunan D-Wall untuk Gardu Induk (Recipient Substation) di kawasan Monas selesai pada September 2019 lalu.

Pembangunan Fase 2 terdiri dari dua tahap. Yaitu tahap pertama fase 2A, meliputi jalur utama sepanjang sekitar 5,8 kilometer dengan enam stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok) dan satu stasiun at grade (Kota).

Dalam fase 2A ini juga dilakukan penyediaan CP205 sistem perkeretaapian dan rel (railway systems and trackwork) serta CP 206 kereta (rolling stock). Kedua, fase 2B yang terdiri dari Stasiun Kota, Mangga Dua, Gunung Sahari, dan Ancol hingga Depo di Ancol Barat sekitar 5,2 kilometer.

Fase 2B ini masih dalam tahap studi kelayakan. Selain membangun infrastruktur jalur utama kereta, pembangunan fase 2 juga akan meliputi penataan kembali area Jalan Gajah Mada-Jalan Hayam Wuruk. Yakni, pelebaran akses pejalan kaki dan pesepeda, termasuk penyediaan rak sepeda di setiap stasiun MRT Jakarta.

Juga, area turun naik penumpang (drop on/ off) untuk bus non-BRT, mobil yang membawa penumpang prioritas, dan logistik. Selain itu, pembangunan kembali halte-halte BRT Transjakarta yang terintegrasi secara fisik ke akses masuk stasiun MRT Jakarta.

Seperti yang sudah dilakukan di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia dengan Halte BRT Transjakarta Bundaran HI. Sejumlah gedung sepanjang koridor akan terintegrasi langsung dengan stasiun MRT Jakarta. Serta dapat digunakan sebagai area menurunkan penumpang (kiss and ride). (dan/rmco/foto: ilustrasi)