Angkasa Pura 2

Operator Kapal Apresiasi Pemasangan Rambu Suar, Minta Pelabuhan Lewoleba Dikelola Syahbandar

DermagaSelasa, 30 Juni 2020
pemasangan-tiga-unit-rambu-suar-oleh-distrik-navigasi-klas-ii-kupang

LEWOLEBA (BeritaTrans.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Lembata Pelabuhan Rakyat (Pelra) sekaligus operator kapal Lembata Express David Vigis Koban mengapresiasi langkah Distrik Navigasi Klas II Kupang yang memasang rambu suar di perairan Teluk Lewoleba.

Vigis mengatakan rambu suar itu penting sebagai pengingat bagi para operator pelayar atau nelayan bahwa ada kondisi laut yang dangkal.

Penambahan fasilitas rambu suar ini, kata Vigis, menjadi bukti kalau syahbandar sangat memperhatikan fasilitas-fasilitas pelayaran di Pelabuhan Lewoleba.

Oleh sebab itu, dia meminta Pemda Lembata segera menyerahkan tata kelola pelabuhan ke syahbandar.

Tujuannya supaya intervensi anggaran dari pemerintah pusat bisa fokus menata Pelabuhan Lewoleba yang semrawut.

“Kita sangat mendukung dan perlu banyak rambu-rambu yang perlu dipasang,” ungkap Vigis ketika dihubungi, Senin (29/6/2020).

“Bayangkan saja kalau pelabuhan ini kemudian dikelola oleh Syahbandar, pasti luar biasa. Dia baru peningkatan kelas dari Satker ke Kelas III saja kita sudah dapat fasilitas begini,” tambahnya.

Sebagai operator kapal dan orang pelayaran, Vigis sangat berharap sebaiknya pemerintah setempat menyerahkan tata kelola Pelabuhan Lewoleba ke Syahbandar.

Kehadiran rambu suar ini menurut Vigis merupakan salah satu bentuk tanggungjawab bagian syahbandar terhadap aktivitas pelayaran yang menyinggahi Pelabuhan Lewoleba.

“Kalau sudah begini kan sudah bagus. Ada kapal-kapal yang mau berlabuh dia sudah paham ada dangkalan yang ditunjuk rambu-rambu ini,” pungkasnya.

Sempat Disangka Kilang Minyak

Pemasangan 3 unit rambu suar oleh Distrik Navigasi Klas II Kupang, Nusa Tenggara Timur di Teluk Lewoleba, sempat menghebohkan Kota Lewoleba sejak Minggu (28/06/20) malam.

Bagaimana tidak, peralatan untuk memasang rambu suar dekat pulau siput Awololong itu dari jauh hampir menyerupai peralatan kilang minyak sehingga membuat informasi menjadi liar di media sosial.

Bahkan ada pula yang mencurigai kalau peralatan tersebut merupakan mesin penumbuk tiang pancang untuk lanjutan proyek pembangunan Jeti dan Kolam Renang Apung di pulau Siput Awololong.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Wilayah Kerja Lewoleba, M. Arifin kepada wartawan, pembangunan Rambu Suar oleh Distrik Navigasi Klas II Kupang di 3 titik di teluk Lewoleba ini penting untuk keselamatan pelayaran.

Arifin mengatakan, agar tidak meluas isu di masyarakat soal keberadaan peralatan tersbebut, maka perlu Ia jelaskan soal pentingnya pemasangan Rambu Suar tersebut.

“Kalau tidak ada rambu, bisa terjadi kecelakaan karena kandas di karang dan seterusnya. Kita perlu bersyukur karena ada anggaran dari Navigasi Propinsi untuk Kita di Lembata,” ujar Arifin, Senin (29/6/2020).

Dia juga menjelaskan, kedatangan kontraktor yang mengerjakan pemasangan rambu suar ini telah diketahui pihaknya saat kontraktor datang dan melaporkan pelaksanaan proyek ini.

Arifin juga menjelaskan, pembangunan 3 unit rambu suar ini tidak menggangu aktivitas nelayan, justru akan menimimalisasi kecelakaan di laut.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Lembata Pelabuhan Rakyat (Pelra) sekaligus operator kapal Lembata Express David Vigis Koban mengatakan masyarakat Lewoleba memang masih awam dengan fasilitas rambu suar.

“Ini soal situasi atau kondisi, dan orang berpikir sensitif ini alat apalagi. Nah, dengan perkembangan belakangan terkait isu (proyek mangkrak Awololong) yang beredar sehingga orang mengkait-kaitkan masalah itu,” papar Vigis. (lia/sumber:poskupang)