Angkasa Pura 2

Orderan Seret, Ojol Ini Kasih Susu Anak Dicampur Air Tajin

KoridorSelasa, 30 Juni 2020
20200630_151810_resize_58

BEKASI (BeritaTrans.com) – Perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Bekasi, masih berlangsung hingga kini membuat pendapatan ojek online (ojol) turun drastis. Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari, pengemudi Gojek harus berhutang.

Purwanto (45), pria asal Semarang yang tinggal di wilayah Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat, mengatakan kerap harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Hal ini dirinya rasakan semenjak wabah virus Covid-19 merebak serta diberlakukannya PSBB.

“Semenjak ada corona dan diberlakukannya PSBB, saya sering sekali berhutang ke teman sesama ojol atau saudara. Hutang saya selama PSBB sudah tidak bisa dihitung lagi karena terlalunya sering saya berhutang untuk kebutuhan sehari-hari, kalau orderan masih seret kaya sekarang hutang saya makin banyak saja,” kata Purwanto, saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id, Selasa (30/6/2020).

Pengemudi ojol ini dalam sehari hanya bisa membawa pulang uang Rp38 ribu-50 ribu, menurut dia hasil yang didapatkan sekarang menurun drastis dibandingkan sebelum wabah Covid-19 merebak yang dalam seharinya bisa membawa pulang Rp150 ribu.

“Sekarang bawa pulang uang dalam sehari paling besar Rp50 ribu, itupun buat sehari-hari tidak cukup. Saya pernah juga dalam satu hari tidak dapat orderan, mau tidak mau saya sama istri pernah makan nasi dengan garam,” ungkapnya.

Purwanto pun menambahkan, hal yang menyedihkan selama Covid-19 dan PSBB Bekasi Masih berlangsung hingga kini yakni untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang masih berumur 17 bulan. Salah satunya kebutuhan susu untuk anaknya. Karena tingginya harga susu anak, dirinya menyiasatinya dengan menambahkan air tajin (air perasan beras) untuk menghemat pengeluaran.

“Yang bikin saya sedih sampai sekarang ini masalah susu anak. Buat ngirit pengeluaran susu karena mahal, saya tambahkan air tajin malah kadang benar-benar hanya air tajin saja buat pengganti susunya, saya siasati seperti itu karena sisa uangnya dikumpulkan untuk membayar kontrakan dan yang lainnya,” tambahnya.

Dia berharap kedepannya setelah masa PSBB Bekasi dihapuskan, penghasilan ojol bisa kembali pulih seperti sebelum merebaknya wabah virus Corona. (dan)