Angkasa Pura 2

Pastikan Personel Bebas Narkoba, Airnav Indonesia Gandeng BNN

Bandara KokpitSelasa, 30 Juni 2020
IMG-20200630-WA0053

IMG-20200630-WA0052

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, memastikan personel bebas narkoba, menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN).

Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno mengemukakan, AirNav Indonesia Cabang Denpasar telah melakukan tes urine bagi 150 personel layanan navigasi penerbangan.

“Kami menargetkan 798 personel layanan navigasi penerbangan yang ada di empat Cabang AirNav Indonesia, akan dites urine oleh BNN untuk memastikan mereka bebas narkoba dan siap memberikan layanan navigasi penerbangan dengan prima,” ujar Pramintohadi, Selasa (30/6/2020).

Hal ini dilakukan sebagai salah satu dukungan nyata sekaligus memperingati Hari Anti Narkoba Internasional yang jatuh pada 26 juni 2020.

Dijelaskannya selain Denpasar, yang telah melakukan Cabang Surabaya telah melakukan tes urine pula pada 22-23 Juni terhadap 78 orang personel layanan navigasi penerbangan.

Ditargetkan, ada tambahan 550 personel di dua lokasi lainnya yang akan tes narkoba oleh BNN pada Juli mendatang.

“Kami berterimakasih kepada BNN yang selama ini telah bersinergi dengan AirNav Indonesia secara intens dalam menjaga performa kesehatan personel layanan navigasi penerbangan,” ungkapnya.

Sejauh ini dari semua hasil tes yang telah dilakukan, seluruh personel di dua cabang yang telah melakukan tes urine dinyatakan bebas narkoba.

Selama ini pihaknya rutin melakukan tes urine kepada personel kami secara random. Hal ini penting guna memastikan kesehatan personel layanan navigasi penerbangan yang bertugas memandu pesawat udara di ruang udara Nusantara.

Sementara itu, General Manager AirNav Indonesia Cabang Denpasar, Kristanto, menambahkan, selain tes urine, pihaknya juga memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

“BNN juga memberikan penyuluhan mengenai pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) kepada karyawan AirNav Indonesia Cabang Denpasar secara daring,” ucapnya.

Penyuluhan dilakukan secara daring melalui aplikasi video conference mengingat kita masih diharuskan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

“Jadi selain pemeriksaan, kami juga fokus untuk melakukan pencegahan dan edukasi mengenai bahaya narkoba agar personel layanan navigasi penerbangan yang bertugas dapat mengoptimalkan keahliannya dalam memastikan keselamatan dan efisiensi penerbangan,” tutup Kristanto. (omy)