Angkasa Pura 2

Pemprov DKI Dorong Kebiasaan Pengguna Sepeda dan Pejalan Kaki guna Hindari Penularan Covid-19 di Transportasi Publik

KoridorSelasa, 30 Juni 2020
Screenshot_20200630-191905

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemprov DKI Jakarta dorong pengguna sepeda dan jadikan kebiasaan berjalan kaki sebagai firts mile dan last mile karena dapat meningkatkan penggunaan angkutan umum khususnya Transjakarta yang memiliki jaringan layanan terluas di Jakarta serta dapat menyekat publik guna menghindari penularan virus Covid-19.

Hal itu disebutkan Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Susilo Dewanto dalam diskusi daring Selasa (30/6/2020).

“Kami mencoba mendorong pengunaan sepeda dan pejalan kaki, yang berdasarkan catatan yang ada, tumbuhnya pengguna sepeda empat sampai 10 kali lipat, sangat luar biasa,” ungkap Susilo.

Penggunaan sepeda dan kebiasaan berjalan kaki sebagai alternatif moda transportasi dapat meringankan beban transportasi publik selama kebijakan pembatasan kapasitas angkut masih diterapkan apalagi masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Pengendalian mobilitas penduduk melalui pengutamaan penggunaaan moda sepeda dan berjalan kaki akan dijabarkan dari surat keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 105 Tahun 2020, yang mengatur kapasitas angkutan umum, pengaturan angkutan umumnya khususnya di masa transisi New Normal.

Pihaknya dalam waktu dekat, berharap adanya  suatu layanan bikeshare, dimana sepeda yang dapat dimanfaatkan bersama sama sehingga  layanan itu menjadi pendorong firts mile dan last mile dalam menggunakan alat transportasi publik.

“Bikeshare dalam waktu yang dekat akan kita laksanakan, semoga masyarakat Jakarta setuju. Louncingnya akan kapan dan bagaimana? masyarakat akan melihat, ini juga mendukung perekonomian,” katanya.

Susilo juga menyebutkan, nantinya peningkatan pengguna sepeda dan kebiasaan berjalan kaki akan melahirkan hal baru antaranya ialah Implementasi pop-up bike lane atau jalur sepeda sementara pada koridor angkutan umum yang mengimplementasikan pembatasan kapasitas angkut, (Terutama koridor yang memiliki ridership tinggi pada
kondisi normal).

Adanya Implementasi sistem bikeshare sebagai penunjang transportasi tidak bermotor di daerah sekitar Jalan Sudirman dan JI. M.H. Thamrin.

Juga akan tersedianya penyediaan locker dan shower di kawasan pusat perkantoran dan pusat kegiatan dan percepatan peraturan Gubernur tentang pengaturan alat mobilitas personal.

Susilo juga menjelaskan peluang transjakarta dari faktor ekternal yaitu meningkatkan pengunanan moda sepeda dan kebiasaan berjalan kaki sebagai firts mile dan last mile dapat meingkatkan penggunaan angkutan umum khususnya Transjakarta yang memiliki  jaringan layanan terluas di Jakarta. (fhm)