Angkasa Pura 2

Turki Mulai Produksi Kereta Listrik

EmplasemenSelasa, 30 Juni 2020
thumbs_b_c_17b1066aca16214eddf67248bcf6e9b8

SAKARYA (BeritaTrans.com) – Menteri Industri dan Teknologi Turki Mustafa Varank mengatakan uji coba pabrik pembuatan kereta listrik lokal pertama di Turki telah dimulai.

Selama pandemi Covid-19, personil Turkey Wagon Industry Corporation (TUVASAS) terus bekerja keras menyelesaikan proyek, kata Menteri Varank saat upacara pengujian di provinsi Sakarya, bagian Barat Turki.

Menteri Varank mengatakan berkat upaya ini, kereta telah mencapai tahap pengujian dan setelah pabrik berhasil diuji coba, tahap pengujian kereta akan dimulai pada akhir Agustus.

Kereta yang dirancang untuk perjalanan jauh antarkota, dapat diproduksi dengan biaya 20 persen lebih rendah dari model impor yang sebanding, kata Menteri Varanka sambil memuji tingginya tingkat produksi dalam negeri, termasuk kontrol utama, pemantauan, iklim dan sistem penerangan.

Prototipe itu telah diproduksi 60 persen dengan sumber daya lokal dan mungkin mencapai 80 persen dalam fase produksi massal, kata dia.

Varank mencatat bahwa volume tahunan sektor sistem perkeretaapian global adalah sekitar EUR160 miliar (USD180 miliar) dan diperkirakan akan meningkat dengan cepat.

Turki dapat menjadi pemain global di bidang ini, dan akan menghabiskan EUR15 miliar untuk sistem kereta dalam dekade berikutnya, tambah dia.

Jadi pusat produksi kereta

Menteri Transportasi dan Infrastruktur Adil Karaismailoglu mengatakan TUVASAS, yang didirikan sebagai fasilitas untuk perbaikan kereta api, telah menjadi produsen sistem kereta terbesar di Timur Tengah.

Menyoroti TUVASAS akan melanjutkan operasinya dengan nama Perusahaan Industri Sistem Utilitas Kereta Turki (TURASAS), dia mengatakan kementeriannya akan memprioritaskan proyek-proyek kereta api di periode mendatang.

“Kami akan berusaha jadikan Turki sebagai pusat produksi kereta”

Turki telah menghabiskan 880 miliar lira (USD338,46 miliar) dalam infrastruktur transportasi dan komunikasi selama 18 tahun terakhir dan 162 miliar lira (USD62,3 miliar) dari jumlah tersebut untuk sistem kereta api, ujar Karaismailoglu.

Sumber dan foto: Anadolu Agency.