Angkasa Pura 2

Perubahan Bentuk Tiket Kereta di Indonesia dari Masa ke Masa

EmplasemenRabu, 1 Juli 2020
maxresdefault-8

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Salah satu moda transportasi yang paling disukai masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di Pulau Jawa adalah kereta api (KA).

Keberadaannya sudah ada sejak jaman penjajahan, mulai dari difungsikan untuk mengangkut hasil pertanian hingga dioperasikan untuk keperluan komersil.

Sejak pertama kali dioperasikan dan melayani masyarakat, Kereta Api Indonesia telah memberlakukan tiket sebagai tanda seseorang berhak menaiki kereta api.

Bentuk tiket ini sejak awal hingga kini hadir dalam bentuk dan komposisi yang terus berubah seiring perkembangan waktu.

Dan berikut ini jenis-jenis tiket yang diberlakukan untuk kereta api di Indonesia berdasarkan penjelasan PT KAI melalui akun Twitter @kai_121.

Tiket Edmondson

maxresdefault-8

Tiket Edmondson pertama kali diperkenalkan pada 1840 di Inggris dan ditemukan oleh Thomas Edmondson.

Jenis tiket ini yang pertama digunakan Indonesia pada era Hindia-Belanda oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatshappij (NIS) pada 1897 untuk rute Semarang-Solo-Yogyakarta.

Tiket ini terbuat dari kertas karton berukuran 6×3 cm dan menggantikan keberadaan tiket sebelumnya yang ditulis menggunakan tangan.

Penggunaan tiket Edmonson masih tetap dipertahankan meskipun perusahaan perkeretaapian telah diambil alih oleh Republik Indonesia dari pihak NIS.

Ragam informasi yang tertera dalam tiket ini adalah jenis kereta, asal dan tujuan, harga tiket, keterangan asuransi, dan kode tiket.

Tiket jenis ini terakhir kali digunakan pada 2009, sebelum akhirnya berganti ke tiket jenis baru.

Tiket KA 2009-2016

070035700_1431332640-2a

Selama 7 tahun ini, tiket kereta api berupa selembar kertas yang berukuran lebih besar yakni 20×7 cm, namun tidak terbuat dari kertas karton yang cenderung tebal.

Dicetak menggunakan printer dot matrix, tiket ini mengalami beberapa kali perubahan. Awalnya tidak tertera nama penumpang di dalam informasi yang tercetak lalu menjadi ada.

Kemudian penambahan logo hologram di sisi kanan tiket, dan terakhir, dicantumkan detail informasi penumpang hingga kode QR untuk meningkatkan keamanan tiket dari potensi pemalsuan.

Masih di masa yang sama, PT KAI juga memperkenalkan mesin Cetak Tiket Mandiri yang memungkinkan penumpang membeli tiket di luar PT KAI, tapi juga di mitra-mitra yang bekerja sama.

Lalu, penumpang bisa mencetak sendiri tiketnya dengan cara memasukkan kode pemesanan atau kode pembayaran.

Sebelum masuk ke peron, penumpang diminta untuk menunjukkan kartu identitas untuk diverifikasi dengan identitas yang tertera di tiket. Jika sudah, maka tiket akan diberi cap atau stampel ‘Telah Diperiksa’ oleh petugas.

Tiket Boarding Pass

IMG_20160824_063208

Kembali berubah di tahun 2016, tiket kereta api kini bernama Boarding Pass dan kertas yang digunakan pun semakin tipis dengan dominasi warna putih dan oranye.

Keunggulan dari tiket ini adalah waktu di Check In Counter yang lebih cepat, sehingga bisa mengurangi antrean cetak tiket yang ada.

Dicetak menggunakan printer thermal, tiket ini memuat data penumpang beserta kereta api yang digunakan.

Bentuk kode QR berubah dari semula kotak menjadi memanjang. Kode ini lah yang nantinya akan digunakan untuk memverifikasi tiket oleh petugas.

Tiket Digital

Era tiket terakhir atau yang saat ini digunakan adalah tiket digital atau e-boarding pass yang sudah memafaatkan teknologi terbarukan.

Tiket ini sudah digunakan sejak tahun 2017. Boarding Pass ini akan diterbitkan melalui aplikasi KAI Access 2 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta yang dipesan.

Setelah E-Boarding Pass terbit, penumpang dapat memindai kode QR yang ada dan menunjukkan kartu identitas kepada petugas di stasiun keberangkatan.

Jika sudah memiliki e-Boarding Pass, maka penumpang tidak perlu melakukan pencetakan tiket saat tiba di stasiun.

Jadi, tiket jenis ini jauh lebih efisien secara waktu juga material kertas sebagai dasar pencetakan tiket. Meskipun demikian, di era Tiket Digital ini tiket Boarding Pass masih ada dan masih bisa dipergunakan. (dan/kompas)