Angkasa Pura 2

YLKI Sebut New Normal Transportasi Publik di Jakarta Dipaksakan

KoridorRabu, 1 Juli 2020
Screenshot_20200701-022851

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai DKI Jakarta belum saatnya untuk menerapkan new normal atau kenormalan baru dalam segala aspek karena pandemi Covid-19 ini belum betul-betul aman.

“Ini new normal yang dipaksakan, dalam hal apa pun, termasuk dalam hal transportasi publik,” ujar Tulus saat diskusi daring yang diadakan Institut Studi Transportasi(Instran) pada Selasa (30/6/2020).

Tulus menyatakan Indonesia khususnya Jakarta tidak siap untuk kenormalan baru karena belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

Menurut Tulus, dari semua standar yang ditetapkan oleh WHO, tidak ada satu pun di antaranya yang sudah tercapai dan mengharuskan masuk di era new normal.

Jika penyedia transportasi publik seperti PT Transjakarta ingin menerapkan new normal maka perusahaan harus melakukan pengendalian Covid-19 yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Standar itu diterapkan mulai dari praperjalanan, selama perjalanan, hingga pasca perjalanan.

“Kemudian mengoptimalkan digitalisasi pelayanan di semua lini, bukan hanya e-ticketing saja,” kata Tulus.

Langkah selanjutnya yaitu mengadakan percepatan penanganan pengaduan. Dia mengimbau Transjakarta untuk menambah keragaman atau akses, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur.

Tulus juga menyarankan agar penerapan new normal menjadikan aspek kesehatan atau pengendalian virus Corona sebagai prioritas pertama. Dia juga meminta manajemen atau operator transportasi publik menjamin keamanan dan keselamatan konsumen, sejak praperjalanan, selama perjalanan hingga pasca perjalanan.

“Operator juga harus berani memberikan sanksi bagi konsumen atau penumpang yang melanggar protokol kesehatan,” kata dia. (fhm)