Angkasa Pura 2

American Airlines Bakal Pangkas 8.000 Pramugari

KokpitKamis, 2 Juli 2020
images - 2020-07-02T143033.144

TEXAS (BeritaTrans.com) – Maskapai penerbangan American Airlines Group mengonfirmasi memiliki kelebihan sekitar 8.000 pramugari. Karena itu, maskapai berencana memangkas jumlah tersebut melalui skema pensiun dini, atau pengunduran diri secara sukarela.

Dikutip dari Reuters Kamis (1/7/2020), American Airlines menyebut, upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi beban keuangan perusahaan, yang tengah menghadapi tekanan akibat pandemi Covid-19. Hingga saat ini, trafik perjalanan serta jumlah penumpang belum bisa kembali pulih, dan diperkirakan butuh waktu yang lama untuk memperbaiki bisnis aviasi perusahaan.

Wakil Presiden layanan penerbangan American Airlines Jill Surdek menuliskan dalam surat resminya kepada karyawan. Dia menyatakan, mulai 1 Oktober 2020, perusahaan akan mengurangi awak penerbangan lintas benua, ke jumlah paling minimum yang disyaratkan oleh Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (AS).

“Sementara itu, kami juga terus berharap penumpang bisa kembali lagi terbang bersama American dalam beberapa bulan mendatang. Perusahan sangat merasakan, bahwa pandemi ini telah mengubah rencana bisnis kami untuk tahun-tahun mendatang,” kata Surdek.

Pekan lalu, American Airlines mengakui untuk mempertahankan sejumlah karyawan sangatlah sulit. Pasalnya, hingga saat ini, maskapai tersebut masih mengalami kelebihan 10-20 persen pekerja daripada yang dibutuhkan hingga Juli 2021.

Sementara itu, beberapa maskapai penerbangan AS lainya telah memperingatkan sebelumnya, sejumlah karyawan akan dirumahkan mulai Oktober 2020. Sebab, bantuan stimulus pemerintah untuk industri penerbangan akan berakhir pada Oktober nanti.

Namun, upaya tersebut masih terus dicoba untuk dihindari. Sebelumnya, pesaing terberat American Airlines, yakni JetBlue bersama asosiasi pilot Air Line Pilots telah mencapai kesepakatan untuk menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada awak pesawat hingga 1 Mei 2021.

American Airlines sebelumnya memperkirakan kapasitas internasional jangka panjang di musim panas 2021 akan turun 25 persen dibandingkan tahun ini. Itulah mengapa perusahaan melakukan evaluasi terhadap beban keuangan untuk tahun depan.

American Airlines telah menyetop hampir semua penerbangan internasional jarak jauh sejak bulan Maret 2020. Hal ini karena berkurangnya permintaan dan pembatasan perjalanan karena wabah Covid-19 yang masih belum usai. (lia/sumber:inews)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari