Angkasa Pura 2

Susi Pudjiastuti Unggah Video Diduga Kapal Vietnam Curi Ikan di Natuna

DermagaSabtu, 4 Juli 2020
images (8)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti mengunggah sebuah video pencurian ikan di perairan Natuna.

Susi Pudjiastuti mengatakn video tersebut ia dapat dari kiriman nelayan di perairan Natuna.

Susi Pudjiastuti mendapat video itu pada tangal 20 Juni.

Susi Pudjiastuti mengatakan dalam video tersebut ada beberapa kapal diduga milik Vietnam yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Dalam video tersebut tampak para nelayan menggunakan kapal-kapal kecil untuk mencari ikan.

Tampak kapal-kapal besar Vietnam tak begitu jauh dari kapal nelayan.

“Kiriman dr Nelayan di Natuna tgl 20 juni .. melihat bbrapa kapal vietnam menangkap ikan di perairan kita,” tulis Susi Pudjiastuti.

Setelah itu,  Susi Pudjiastuti menunjukkan bukti SMS dari nelayan.

“Maaf Tgl 19 juni .. berikut smsnya : 19 juni 2020 kpal vetnam semakin meraja rela di laut natuna.menggunakan armada bahan kapal besi.dan semakin besar,” tulisnya.

Lalu Susi Pudjiastuti menduga bahwa kapal itu bukan Vietnam, namun kapal China karena terbuat dari besi, bukan dari kayu.

“Sepengetahuan saya kalau kapal besi itu Kapal2 Ikan China,” tulis Susi Pudjiastuti.

Pencurian ikan di Natuna

Sebelumnya, terjadi pencurian ikan di perairan di Natuna yang dilakukan oleh kapal China.

Presiden Jokowi langsung terjun ke lapangan.

Reaksi keras pemerintah Indonesia terhadap pelanggaran perbatasan di perairan Natuna tampaknya tidak dihiraukan oleh kapal ikan asing (KIA).

Hal tersebut terbukti dari pantauan udara yang dilakukan TNI menggunakan pesawat intai maritim Boeing 737 AI-7301.

Dari pemantauan itu, ditemukan sekitar 30 kapal ikan asing yang masih menduduki Laut Natuna bagian utara.

“Jumlahnya sekitar 30 KIA ( kapal ikan asing),” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah I (Pangkogabwilhan) Laksdya TNI Yudho Margono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/1/2020).

Mengetahui ada temuan itu, Yudho langsung menginstruksikan tiga kapal perang, yaitu KRI Karel Satsuit Tubun (KST) 356, KRI Usman Harun (USH) 359 dan KRI Jhon Lie 358 untuk melakukan upaya pengusiran.

Dalam keterangannya, Yudho mengaku akan menggunakan langkah persuasif terlebih dulu untuk mengusir kapal ikan asing tersebut.

Saat ini, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan dengan kapal Coast Guard China agar kapal ikan asing segera keluar dari wilayah Indonesia.

Namun demikian, jika upaya persuasif itu kembali tidak dihiraukan, ia menegaskan akan melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Namun jika kapal-kapal asing tersebut tetap tidak keluar dari wilayah Indonesia, maka dilaksanakan penegakan hukum, kapal-kapal tersebut ditangkap dan diproses secara hukum,” kata Yudho.

Sebelumnya, pada Rabu (8/1/2020), Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Pulau Natuna.

Dalam kunjungannya itu, ia menegaskan kedaulatan NKRI tidak bisa ditawar.

“Kita punya kabupaten di sini, ada bupatinya dan ada gubernurnya bahkan penduduk kita di sini ada 81 ribu, jadi tidak ada yang perlu didebatkan lagi,” kata Jokowi. (fhm/sumber:tribunnews)