Angkasa Pura 2

Bocah itu Girang Terbang dari Bandara Minangkabau ke Soekarno-Hatta

Bandara KokpitMinggu, 5 Juli 2020
6520201867

6520201885965202018827PARIAMAN (BeritaTrans.com) – Setelah berbulan-bulan bertahan di rumah kakek dan neneknya karena pandemi Covid-19, bocah perempuan itu dapat kembali pulang.

Dia berseri-seri ketika tiba di terminal keberangkatan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (5/7/2020) siang.

Bersama ibundanya, Novia, anak gadis itu melewati berbagai pemeriksaan, termasuk suhu tubuh dan dokumen perjalanan, di bandara kelolaan PT Angkasa Pura II tersebut.

“Proses cepat. Kami tiba di bandara sekitar pukul 10.30. Sekitar lima belas menit pemeriksaan, kami sudah masuk terminal keberangkatan,” jelas Novia kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id.
6520201875965202018451
Sarjana ekonomi dari Universitas Trisakti itu mengemukakan pelayanan petugas bandara begitu ramah. Demikian halnya fasilitas bandara tampak mewah dan bersih.

“Protokol kesehatan betul-betul diberlakukan. Semuanya mengenakan masker. Wajib mencuci tangan dan diberlakukan physical distancing,” ungkapnya.

Perempuan asal Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dan bermukim di Bandung, tersebut mengungkapkan petugas cleaning service rajin membersihkan lokasi-lokasi publik.

Dengan implementasi protokol kesehatan dan terjaganya higienitas fasilitas publik di dalam terminal, dia meyakini virus corona dapat dicegah.

“Insya Allah, seluruh penumpang, petugas bandara dan kru pesawat sehat. Selain dengannikhtiar, kita juga harus yakin kepada Allah Swt,” cetusnya.
6520201810865202018104065202018928
Dari ruang tunggu, mereka menuju pesawat Batik Air, yang telah parkir dan bersiap terbang ke Bandara Soekarno-Hatta.

Antrean untuk masuk ke pesawat tetap memberlakukan physical distancing. Ada jarak antarpenumpang. Demikian halnya di dalam pesawat, diberlakukan physical distancing.

Protokol kesehatan, Novia menuturkan juga diberlakukan secara ketat di terminal kedatangan IIE Bandara Soekarno-Hatta.

“Akeela, anak saya sangat riang terbang dari Minangkabau ke Soekarno-Hatta. Suasana bandara dan pesawat, yang membuat kami nyaman,” tuturnya.

Sementara itu, ayahanda bocah tersebut, Brur, mengutarakan sebenarnya anak dan istrinya hendak pulang usai Lebaran setelah berlibur di kampung halaman di Kabupaten Dharmasraya.

Namun mereka tidak dapat segera kembali ke rumah di Bandung karena ada pembatasan penerbangan. “Kami pernah beli tiket unruk penerbangan dari Bandara Muara Bungo, Jambi, tetapi penerbangan dibatalkan beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan. (awe).