Angkasa Pura 2

Ditemani Kopi, Sopir Bus Budiman itu Menanti Penumpang di Terminal Pulogebang

KoridorMinggu, 5 Juli 2020
IMG-20200704-WA0045

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemandangan Terminal Pulogebang berbeda dari masa sebelum pandemi Covid-19.

Dibatasinya penumpang berangkat harus menggunakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ke DKI Jakarta, membuat terminal ini semakin sepi.

Di teminal ini hanya terdapat satu armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP), yang parkir untuk menunggu jadwal keberangkatan.
IMG-20200704-WA0046
Bus Budiman yangdisopiri Heri, 50 tahun, itu baru tiba dari Tasikmalaya. Selepas memarkirkan bus, dia santai menunggu jadwal keberangkatan sambil ngopi.

“Iya sepi (bus) takut ke sini, ke mari harus ada SIKM, kalau gak ada jos (ditahan busnya),” ceritanya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Sabtu (4/7/2020) sore.

Dia bersama kondektur bus, bernama Widi, saat ditanya berapa lama lagi berangkat? “Masih lama, ini lagi nungguin paket untuk uang masuk,” kata Heri.

Kru bus yang masuk ke DKI memang harus memiliki SIKM. Selang beberapa lama petugas perhubungan di terminal pun menghampiri dan menanyakan surat tersebut kepada mereka.
IMG-20200704-WA0044
Selama dilarang mudik dan pulang kampung kemarin, Heri mengaku tetap mengoperasikan armada meski tidak membawa penumpang sama sekali. Hal itu merupakan kebijakan pihak perusahaan agar dapat mengangkut sejumlah penumpang yang dibolehkan berpergian selama pandemi Covid-19.

Warga kampung Condong, Tasikmalaya, Jawa Barat ini mengoperasikan busnya sebanyak dua kali pulang pergi (PP) dan sehari libur.

Dia mengaku penghasilnnya pas-pasan. Meski pendapatannya menurun para crew tetap menerima bantuan dari pihak perusahaan.

“Alhamdulillah dari PO Budiman dikasih Rp1.5 juta lumayan banget buat keluarga,” ungkap Ayah satu orang anak ini.

(Fahmi).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari