Angkasa Pura 2

Antrean di Stasiun Bekasi Padat, Penumpang Bisa Duduk di KRL

EmplasemenSenin, 6 Juli 2020
Screenshot_20200706-110931

BEKASI (BeritaTrans.com) – Pagi ini Stasiun Bekasi terlihat ramai dengan antrean calon penumpang KRL Commuterline yang hendak memasuki area gate tiket, namun atrean masih terpantau lancar.

Saat di luar jam sibuk antrean terus terurai, pengguna mulai masuk ke gerbong dengan perlahan, bahkan penumpang bisa mendapat tempat duduk.

Hal itu dirasakan oleh Rina, dari akun twitternya dia membagikan postingan apresiasi untuk pihak KCI.

“Haaii stasiun bekasi, setelah hampir 4 bulan gak ketemu. Awal masuk sedikit antri, tapi lancar kok, 10 menit udah masuk gerbong dan alhamdulillah masih dapat duduk. Karena udah lewat peak hour sepertinya. KRL jalan jam 8.35 jam 8.20 sudah tutup pintu. Good job @CommuterLine,” tulis Rina @innatjeu dalam postingannya, Senin (6/7/2020) pagi.

Kicauan itu juga mendapat balasan dari @CommuterLine “@innatjeu Selamat pagi. Terima kasih atas apresiasi yang diberikan, perihal tersebut menjadi acuan kami untuk lebih meningkatkan pelayanan bagi pengguna Jasa Angkutan Kereta Commuter Indonesia.”

Ada juga akun yang membalas dan membenarkan bahwa antrean terjadi penyekatan untuk masuk ke dalam rangkaian guna memberi kesempatan pengguna dari stasiun lain

“Antisipasi penumpang jd dibatasin yg masuk …. Kayak krta dr cikarang sampai.bekasi.jg dibatasin,” balas hina yanti w dari akun @dywulan66.

Ditutupnya pintu rangkaian KRL yang dialami adalah untuk antisipasi untuk penumpang dari Stasiun Kranji dan seterusnya agar bisa tetap jaga jarak.

Namun ada juga pengguna lain yang berkomentar “Atau mungkin karna beda pintu masuknya ya. jadi bisa cepet masuk. kl lewat pintu yg angkot ngetem, itu antriannya panjang banget sampe jalanan,”tulis Juan @Juan45381617

“Beruntung sekali.. coba kl agak pagian dikit, antrinya bisa 45 menit mba,” tambah Juan.

Penerapan pengecekan suhu tubuh menggunakan kamera thermal dan Physical Distancing pada pengguna KRL wajib dilakukan karena untuk antisipasi penularan Covid-19 pada alat transportasi masal yang semakin hari semakin ramai penggunanya. (fhm)