Angkasa Pura 2

Uji Coba di VTS Tanjung Priok dan Batam Dinilai Berhasil

DermagaSelasa, 7 Juli 2020
IMG-20200707-WA0051

IMG-20200707-WA0052

TARAKAN (BeritaTrans.com) – Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan mengatakan, dari hasil pelaksanaan uji coba (test bed) e-pilotage di Pelabuhan Tanjung Priok dan Batam dinilai berhasil.

“Kami bisa memberikan suatu evaluasi yang baik sehingga pada pelaksanaan uji coba (test bed) e-Pilotage di Tarakan kali ini dapat memberikan suatu penambahan-penambahan fitur baru, untuk mengoptimalisasi peralatan di VTS,” jelas Hengki di Tarakan, Selasa (7/7/2020).

Setiap ada kegiatan e-Pilotage di pelabuhan-pelabuhan yang akan dilakukan, akan ada penyempurnaan, baik terhadap SOP maupun standard-standar komunikasi.

“Dengan begitu, kita berharap pada empat Pilot Project di tahun 2020 ini bisa menggambarkan secara utuh kebutuhan bagaimana kita mengoptimalkan manfaat VTS ini khususnya untuk melakukan E-Pilotage,” katanya.

Lebih lanjut, Hengki menjelaskan kegiatan uji coba e–Pilotage kali ini dapat terlaksana dengan baik atas dukungan dan koordinasi yang baik antara kantor Disnav Kelas III Tarakan, kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, serta dengan seluruh Stakeholder terkait.

“Hari ini kami akan mencoba untuk mensimulasikan kapal yang nanti akan dipandu dari alur sampai masuk di area labuh, dan saat ini pandu sudah ada di VTS sehingga nanti bisa berkomunikasi dengan Nakhoda dan kita harap satu siklus E-Pilotage dapat kita lakukan hari ini,” ungkap dia.

Sebagai informasi, kapal target yang akan digunakan pada pelaksanaan uji coba e-Pilotage E-Pilotage kali ini yaitu Kapal MV. S’Hail Al Mafyar, yang berbendera Qatar.
Kapal tersebut berjenis Bulk Carrier dengan muatan batu bara dengan kapasitas 40.085 GT.

“Kapal ini cukup besar dan ini menurut kami secara positif dapat memberikan masukan kepada kami, tentang bagaimana uji coba (test bed) e-Pilotage dilaksanakan pada jenis kapal tersebut,” imbuh dia.

Selain itu, tutur Hengki, penerapan E-Pilotage ini dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan fitur VTS, antara lain alert pada reporting point komunikasi dan pada design Alur dan Zonasi perairan yang ditetapkan, serta pemanfaatan CCTV surveillance VTS dan Radar.

Pelaksanaan uji coba (test bed) E-Pilotage kali ini juga dapat didemokan secara terintegrasi dengan MCC (Marine Command Center) yang merupakan pusat kendali operasi di kantor pusat Kementerian Perhubungan, yang dapat memantau langsung pergerakan kapal, dengan VTS Tarakan.

Ke depan, Hengki berharap perlu dilakukan integrasi data yang ada di stakeholder lain seperti BMKG dengan VTS, sehingga data yang diperoleh secara realtime dapat dipertanggungjawabkan validitasnya.

“Saya juga mengimbau kepada VTS operator dan pandu agar dapat meningkatkan kapasitas dalam mengimplementasikan operasional VTS sesuai dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam melaksanakan komunikasi dan broadcast terkait info kondisi alur, SBNP dan cuaca,” dia mengingatkan.

Adapun kondisi alur pelayaran di Tarakan memiliki panjang alur ± 20 NM, lebar alur ± 850 – 950 M dengan kedalaman 10 – 50 M LWS yang dapat melayani kapal berukuran 35 – 90.000 GT. Kantor Distrik Navigasi Kelas III Tarakan juga telah menyediakan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) sebanyak 13 unit, diantaranya delapan unit pelampung suar dan lima unit rambu suar.

Selain uji coba e-Pilotage di VTS Tarakan, Hengki juga mengunjungi lokasi pembangunan Menara Suar Tg. Batu di Tarakan.

Pembiayaan pembangunannya dilaksanakan melalui skema pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), sebagai alternatif pembiayaan pembangunan oleh Pemerintah selain melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (omy)