Angkasa Pura 2

26 Tahun Kemudikan Taksi Blue Bird, Agus Mampu Sekolahkan 3 Anak ke Perguruan Tinggi

KoridorRabu, 8 Juli 2020
682020192730

BEKASI (BeritaTrans.com) – Salah satu cerita tentang suksesnya pengemudi taksi dalam menyekolahkan anak.

Adalah Agus (60), pengemudi taksi Blue Bird, yang mencetak prestasi itu.

Prua asal Surabaya yang tinggal di wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi, ini telah 26 tahun berada di belakang kemudi taksi.

Sebelumnya ia bekerja di salah satu perusahaan asuransi swasta di Jakarta sebagai sales marketing.

“Sudah 26 tahun saya jadi sopir taksi Blue Bird. Sebelumnya saya pernah kerja jadi sales marketing di perusahaan asuransi sebagai. Tapi karena pemasukan dari bekerja di tempat lama tidak cukup buat kebutuhan sehari-sehari akhirnya saya mengajukan pengunduran diri,” ungkap Agus saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id, Rabu (8/7/2020).

Dia juga mengutarakan sejak memutuskan untuk keluar dari pekerjaan lamanya dan bergabung dengan taksi biru, langsung diajak oleh seorang teman dekat untuk menjadi pengemudi taksi.

“Abis saya keluar dari tempat kerja lama, saya langsung tanya ke teman-teman dekat saya ada lowongan pekerjaan atau nggak. Dan ternyata teman saya ada yang menawarkan pekerjaan, di salah satu pool Blue Bird di buka lowongan jadi sopir taksi. Tanpa pikir panjang saya terima tawaran pekerjaan teman saya, kebetulan juga saya punya SIM A. Karena waktu itu saya sangat butuh uang buat keperluan sehari-hari untuk keluarga,” ungkapnya.

Ayah empat anak ini juga mengungkapkan, selama 26 tahun menjadi pengemudi taksi berhasil menyekolahkan ke tiga anaknya hingga perguruan tinggi dan menyolahkan anak terakhirnya sampai SMA dan bisa membeli rumah hingga mempunyai hewan ternak sendiri di kampung halaman.

“Alhamdulillah, 26 tahun saya bekerja sebagai sopir taksi bisa sekolahkan tiga anak saya sampai perguruan tinggi. Sedangkan yang paling kecil baru lulus dari SMA dan nggak ngelanjutin ke perguruan tinggi. Karena anak saya yang terakhir lebih memlih kerja dulu buat mengumpulkan uang sendiri buat lanjut ke perguruan tinggi. Padahal kalo dia minta kuliah, saya bela-belain buat cari uang lebih,” ujarnya.

Dia mengaku selama pandemi Covid-19 penghasilan dirinya menurun drastis dibandingkan sebelumnya yang bisa 16 trip dalam sehari.

“Gara-gara Corona sekarang nggak bisa kaya dulu lagi penghasilannya. Kalo yang dulu bisa 12-16 trip dalam sehari, sekarang mah cuma 1-3 trip aja. Tapi buat saya penghasilan sekarang menurun nggak masalah karena anak-anak saya yang terpenting sudah terpenuhi semua kebutuhannya mulai dari sekolah hingga buat makan sehari-hari,” tambahnya.

Agus mengungkapkan segera pensiun menjadi sopir taksi. “Walaupun hanya sebatas mitra, tetap mendapatkan uang pensiun yang akan dibayarkan dari lamanya bekerja sebagai sopir taksi,” ungkapnya.

“Tahun ini juga saya pensiun jadi sopir taksi karena sudah batas umur. Alhamdulillah biarpun sebatas mitra, dari perusahaan dapat uang pensiun dari lamanya bekerja jadi sopir. Dan uang pensiun ini juga dilihat dari sikap selama menjadi sopir,” tutupnya. (bondan).