Angkasa Pura 2

KSOP Panarukan: Tak Ada Lagi Sapi Dilempar ke Laut di Pelabuhan Kalbut

DermagaRabu, 8 Juli 2020
IMG_20200708_085407_resize_9

SITUBONDO (BeritaTrans.com) – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan menegaskan kegiatan bongkar Sapi dengan cara dilempar ke laut di Pelabuhan Kalbut Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo kini sudah tidak lagi diperbolehkan.

“Sapi-sapi yang diturunkan dari atas kapal motor yang dilempar ke laut kami tegaskan untuk dihentikan, Kami sudah meminta kepada nahkoda kapal dalam membongkar muatan sapinya menunggu sampai air laut pasang, sehingga kapal motor bisa merapat atau sandar ke pelabuhan,” Tegas Capt. Miftakhul Hadi, MM, M.Mar Kepala KSOP IV Panarukan. Senin 6/7/2020.

Tindakan tersebut diakui oleh Capt. Miftakhul Hadi dalam upaya mengedukasi para nakhoda tersebut disambut baik oleh para nakhoda kapal,“Alhamdulillah, saat ini apa yang kami sampaikan disambut baik oleh para nakhoda, sehingga tidak ada lagi sapi yang dilempar ke laut saat diturunkan, karena semua kapal diupayakan sandar di dermaga, jika air surut kita larang menurunkan dan kita minta menunggu air laut pasang agar kapalnya bisa bersandar,”Lanjutnya.

Saat disinggung dengan keberadaan buruh penarik sapi yang selama ini mengandalkan upah dari menarik sapi yang dilempar ke laut, Kepala KSOP mengatakan kesepatan tidak melempar sapi kelaut tidak akan mengurangi mata pencaharian para penarik sapi.

“Secara pelan – pelan kita akan berkomunikasi dengan buruh penarik sapi, sebenarnya mereka tidak akan kehilangan mata pencaharian, karena meskipun sandar di dermaga, mereka tetap dapat upah menarik sapi dari dermaga hingga ke tempat karantina,”Tandasnya.(amt/beritanasional.id/foto:beritanasional.id/istimewa)