Angkasa Pura 2

Sopir Taksi Blue Bird: Dua Hari Cuma Dapat Sekali Penumpang

KoridorRabu, 8 Juli 2020
IMG-20200708-WA0007

BEKASI (BeritaTrans.com) – Pendapatan merosot drastis tidak hanya dirasakan oleh pengemudi online saja, namun juga dirasakan pengemudi taksi konvensional.

Seperti Ananto, pengemudi taksi Blue Bird ini mengungkapkan pendapatannya merosot drastis semenjak wabah Corona (Covid-19) yang membuat masyarakat geger.

Sudah dua hari, dirinya baru mendapatkan satu penumpang saja. Itupun dengan jarak antar yang dekat. “Sebelum ada corona, minimal ngantongin Rp 75 ribu sehari,” ungkap Ananto, saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id Selasa (7/7/2020).

IMG-20200708-WA0008
Namun, situasi terbalik ketika pandemi Covid-19 mampir ke Indonesia. Kini pendapatannya menurun sebesar 80 persen sejak Covid-19.

“Asli, sejak Corona pendapatan kita sebagai supir taksi turun drastis sampai 80 persen. Kita ditargetkan setoran ke perusahaan minimal Rp200 ribu, sedangkan saya aja sekarang baru dapat satu penumpang itupun juga baru dapat Rp30 ribu,” keluhnya.

Dia juga menambahkan dalam sehari hanya mendapatkan satu trip saja ataupun tak dapat sama sekali penumpang. Ananto juga sering sekali menombok setoran target yang telah ditentukan jika tidak tercapai.

“Target setoran ke perusahaan gede, penumpang yang naik cuma satu kadang malah ngga ada penumpang sama sekali dalam sehari. Yang ada kita nombok terus setiap harinya selama Corona ini. Alhasil kita jarang bawa pulang uang banyak kaya sebelum Corona. Dengan hal itu ngga bikin saya putus asa malah yang ada saya tawakal dan terus semangat cari uangnya. Karena saya percaya rezeki sudah diatur dan tidak akan tertukar,” tambahnya.

Ananto berharap keadaan sekarang ini bisa cepat berangsur pulih seperti sedia kala, biar kami yang berprofesi sebagai pengemudi bisa mengantongi hasil narik seperti sebelum Covid-19. Karena baginya profesi inilah satu-satunya mata pencaharian utamanya begitu juga dengan rekannya sesama pengemudi taksi.

“Ya mudah-mudahan sih saya berharap keadaan sekarang bisa cepat kembali seperti dulu sebelum ada Corona. Karena ini mata pencaharian kami satu-satunya untuk penuhi kebutuhan keluarga di rumah,” tutupnya. (bondan).