Angkasa Pura 2

Merpati Berutang Pesangon Rp318 Miliar, Ini Usulan Mantan Karyawan

KokpitKamis, 9 Juli 2020
images - 2020-07-09T221644.405

JAKARTA (BeritaTrans.com) – PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) masih berutang pesangon Rp318,17 miliar kepada 1.233 mantan karyawannya. Utang ini belum juga dibayarkan sejak pembayaran pesangon ke beberapa eks karyawannya pada 31 Desember 2018 lalu.

Mantan SVP Corporate Planning Merpati Ery Wardhana mengusulkan solusi untuk membayar utang tersebut. Pertama, Merpati bisa membayar gaji karyawan dan Direksi Rp10-50 miliar melalui modal PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) atau PPA yang berjumlah Rp150 miliar.

“Kalau saya solusinya saya sampaikan di sini. Masalah kami pertama ada uang Rp150 miliar yang belum terpakai menurut kami. Paling terpakai bayar gaji anggaplah Rp10 miliar. Masih ada sisa Rp100 miliar,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Dengan utang pesangon Rp318 miliar, Merpati tinggal mencari modal pembiayaan sebesar Rp200 miliar. “Kami butuh buat pesangon Rp318 miliar. tinggal nyari Rp218 miliar lagi masa enggak bisa sih,” kata Ery

Menurut Ery, sangat mudah bagi Merpati untuk mendapatkan dana sebesar Rp200 miliar. Apalagi, Merpati masih memiliki aset yang ada di MMTC.

Di sisi lain, PPA juga tidak segan untuk menggelontorkan uang sebesar Rp200 miliar. Pasalnya, BUMN sebagai pengelola aset ini sudah menerima banyak manfaat dari Merpati.

“Kedua merpati masih ada asetnya di MMTC. Ketiga PPA sudah belasan tahun ngurusin Merpati. Sudah dapat manfaat banyak dari Merpati ngasih pinjaman dengan bunga, ngambil aset Merpati. Kan itu dia yang membuat programnya semua,” tuturnya.

Setelah itu, lanjut Ery, Merpati bisa kembali menjalankan program restrukturisasi lanjutan yang sempat tertunda. Program ini sendiri tertunda akibat belum adanya investor yang menanamkan modalnya.

Dari lima rangkaian program restrukturisasi, saat ini mandeg di poin nomor tiga, yakni Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Sempat ingin dilanjutkan, namun terpaksa ditunda karena ada perusahaan katering yang tiba-tiba menagih utang kepada Merpati.

“Saya yakin mereka siap menggelontorkan Rp200 miliar dalam rangka program lanjutan. Habis itu mau matikan merpati silahkan,” tuturnya. (lia/sumber:inews)