Angkasa Pura 2

Viral Perempuan Sholat Subuh di Gerbong KRL

EmplasemenKamis, 9 Juli 2020
viral-perempuan-sholat-subuh-di-gerbong-krl-97PizL8CFr

JAKARTA (Beritatrans.com) – Aksi seorang perempuan sholat subuh dalam gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline viral di media sosial. Perempuan itu diduga berangkat dari Stasiun Bogor menuju Jakarta dan di tengah perjalanan menunaikan kewajiban kepada Allah SWT.

Foto perempuan sholat subuh di gerbong KRL kemudian beredar di medsos dan menuai beragam komentar warganet. Salah satu yang mengunggah adalah akun Twitter @diakfar.

Dalam unggahan Senin 7 Juli kemarin, @diakfar menceritakan kronologi perempuan tersebut sholat di gerbong KRL. Lokasi awal keberangkatan kereta dari Stasiun Bogor. Perlengkapan sholat yang dikenakannya pun lengkap, yaitu mukena berwarna ungu dan sajadah.

“Rame bener ini, maaf yah saya cuman nge-share gimana Masya Allah-nya mbak ini, sempetin sholat Subuh di stasiun Bogor di dalam rangkaian. Mbaknya sholat tanpa dengan duduk dikarenakan keretanya masih longgar, dan penumpang lain tidak ada yang terganggu,jadi jangan ribut yah!” tulis akun tersebut.

“Ada tambahan lagi,ini ka D1/11059 yg berangkat dari Bogor jam 5.32,di KA yg saya naiki itu jam 4.48 pintu kereta sudah ditutup yah,jadi mbaknya enggak bisa keluar,dan sebenernya masih banyak yg kosong,jadi mbaknya sholat di situ dan penumpang lain enggak ada yang terganggu kok,” tambahnya.

Ia melanjutkan, pemandangan seperti ini sebenarnya sudah biasa. Sebagian orang memang ada yang melaksanakan sholat di dalam rangkaian, karena mengejar waktu dan bukanlah sesuatu yang dianggap aneh lagi.

“Sebenernya ini pemandangan biasa kok, di rangkaian kereta di stasiun Bogor,karena di sini penumpang jam 4.30 saja udah dibatasi jadi enggak ada pilihan lain untuk beribadah. Di sisi lain juga mengejar waktu kerja yang perjalanannya memakan waktu lama,” terangnya.

Unggahan perempuan sholat Subuh di dalam rangkaian KRL tersebut pun menimbulkan beragam komentar dari warganet, antara lain:

“Hal ini boleh dan fleksibel, jika memang kurang 80 km tidak boleh jamak walaupun ada ulama yang membolehkan hanya karena sekadar masyaqqah atau kesulitan. Jika mampu sholat sebelum berangkat, dan masuk maka sholat lebih dulu, jika tidak sholat di kereta tidak mengapa,” kata akun @KHartama.

“Mengejar waktu ibadah & berkerja, dr postingan mbaknya jam 4.51, adzan subuh jam 4.45, secara tdk langsung mbak yg sholat prepare dr rmh jam 4pagi atau sebelumnya. Kalau tujuan jkt memakan waktu perjalanan kurang lebih satu setengah jam & matahari telah terbit. Bisa dimaklumi,” kata @fezadianty.

“For your info musholanya kecil dan harus kudu ganti-gantian kalo mau sholat, dan ini berangkatnya subuh, hal ky gini sebenarnya udah lumrah terjadi di kereta2 yg jam berangkatnya mepet sama adzan. Orang sholat kok dinyinyirin,” tulis @mhlskhar.

“Kita ga tau gimana posisi sebenernya. Kalo diliat jam postingnya, mungkin si Ibu ga sempet solat subuh karena harus ngejer kereta ini dan ia ganti dengan solat di dalam kereta. Mungkin karena kereta kosong, ia hamparkan sejadah dan solat sebagaimana mestinya karena ga ganggu,” kata @nihaqus (ny/Sumber; Okezone.com)