Angkasa Pura 2

Dikebut, Begini Progres Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung di Kawasan Bekasi

EmplasemenJumat, 10 Juli 2020
610202071517

610202071625610202071658BEKASI (BeritaTrana.com) – Proyek kereta api (KA) Cepat Jakarta-Bandung termasuk infrastruktur, yang dikebut pengerjaannya.

BeritaTrans.com dan Aksi.id, Jumat (10/7/2020) pagi, melihat sejumah tiang berdiri untuk jalan layang KA di sepanjang Bekasi-Jakarta.

Bahkan beberapa tiang di antaranya telah tersambung dengan bentangan badan jalan (girder) antara lain di dekat gerbang Tol Bekasi Timur.
610202071722
Di sejumlah lokasi, tiang belum berdiri, terutama dari kawasan Bekasi Barat hingga Pondok Gede. Di antaranya pekerjaan masih meratakan lahan.

Sementara itu, di kawasan Halim Perdanakusuma, tampak kesibukan di depo KA Cepat. Terlihat sejumlah kendaraan berat dan pekerja.

Di tengah pandemi Covid-19, pekerjaan proyek ini tercatat terus digelar. Bahkan saat Bulan Puasa lalu, pekerja tampak masih mengerjakan bagian-bagian proyek.

Sebelumnya Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim dan Investasi, Ridwan Djamaluddin, mengatakan proyek strategis seperti pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih terus dilaksanakan.
zajdw7nzfefpqbpswuca
“Kereta Jakarta-Bandung sudah secara planning tidak ada kendala, tinggal penyesuaian di lapangan. Secara umum PSN terus berlangsung, intinya proyek infrastruktur strategis akan terus didorong untuk mempercepat kebangkitan perekonomian,” ujar Ridwan melalui virtual conference, Senin (15/6/2020).

Proyek strategis itu sempat terhenti karena terdampak pandemik COVID-19. Kondisi tersebut sempat diakui Pemerintah Tiongkok.

Beberapa karyawan dan manajemen teknis penting asal Negeri Tirai Bambu itu tidak bisa kembali ke Indonesia usai merayakan liburan Imlek di Tiongkok.

“Akibatnya berdampak pada kemajuan proyek dan tidak sesuai dengan kepentingan bersama kedua pihak,” ungkap Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedutaan Tiongkok di Jakarta, Wang Liping ketika memberikan keterangan pers virtual pada Rabu (24/6).

Semula, sebelum ada pandemik, proyek kereta cepat dijadwalkan rampung pembangunannya pada tahun 2021. Namun, hingga April lalu proyek tersebut masih tertunda.

Tiongkok pun memenuhi permintaan Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang meminta agar proyek strategis nasional termasuk pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung, kembali dilanjutkan. Hal itu dibuktikan, kata Wang, dengan kembalinya karyawan asal Tiongkok ke posisi semula.

“Sehingga, bisa mewujudkan sasaran pembangunan yang diharapkan oleh Pemerintah Indonesia dan menguntungkan rakyat Indonesia,” tutur dia lagi.

Sebelumnya Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Chandra Dwiputra mengakui ada beberapa hal yang membuat proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung terkendala.

Salah satunya yakni sungai yang ada di jalur proyek KA cepat kerja sama antara BUMN Indonesia dan China tersebut.

“Progres kami saat ini 43,45 persen. Di terowongan kanal 1 itu ternyata ada Sungai Sunter, terpaksa kami harus pindahkan. Kami harus geser dulu dan itu banyak,” kata Chandra ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Ia mengatakan, pengerjaan proyek KA cepat Jakarta-Bandung lebih dulu dilakukan dari Kelurahan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Hal ini lantaran pembebasan lahan sudah rampung.

“Kalau Karawang masih proses pengadaan lahan. Luasnya kecil saja, cuma dua hektar,” ujarnya.

Selain sungai, ada berbagai hal lain yang juga menghambat pengerjaan proyek KA cepat Jakarta-Bandung. Mulai dari saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), jalan dan pipa air PDAM.