Angkasa Pura 2

Kemenhub Dukung Kebijakan Pertukaran ABK di Pelayaran Internasional

DermagaJumat, 10 Juli 2020
IMG-20200710-WA0002

IMG-20200710-WA0003

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan mendukung penuh kebijakan pertukaran anak buah kapal (ABK) di pelayaran internasional guna meningkatkan keselamatan para pelaut di masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat menjadi perwakilan negara Indonesia dalam konferensi virtual “Maritime Virtual Summit on Crew Changes” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Inggris dan dihadiri oleh sejumlah negara anggota IMO dan organisasi internasional di sektor maritim, Kamis (9/7/2020).

Dalam konferensi tersebut, Indonesia mengusulkan agar seluruh negara anggota IMO memastikan pelaut yang terkena dampak pandemi Covid-19 dapat melakukan pertukaran ABK dan dapat melakukan pemulangan ke negara asal (repatriasi) secara aman.

“Usulan tersebut disepakati oleh seluruh delegasi dari negara anggota dewan IMO dan menjadi salah satu butir pernyataan bersama (joint statement) yang dikeluarkan di akhir konferensi,” jelas Menhub.

Indonesia juga mendorong negara-negara anggota untuk tetap membuka akses pelabuhan yang dikhususkan bagi pertukaran ABK.

Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya peningkatan perhatian masyarakat internasional terhadap “mistreatment and abuses” terhadap pelaut.

“Kami sangat mendukung Kebijakan pertukaran ABK. Hal ini sangat penting untuk memastikan proses pertukaran dapat dilakukan pada waktu yang tepat untuk mencegah pelaut mengalami kelelahan dan terkena dampak pandemi Covid-19, yang dapat membahayakan keselamatan operasional kapal,” urainya.

IMG-20200710-WA0004

Menhub mengemukakan, sektor transportasi laut berkontribusi pada pemulihan ekonomi global di masa pandemi Covid-19, khususnya melalui pengiriman barang/logistik.

Untuk memastikan pengiriman berjalan lancar, keselamatan dan kesejahteraan para ABK kapal umum dan kapal pesiar, baik yang berwarga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus diperhatikan.

Untuk penanganan kapal dan pelaut selama pandemi Covid-19 ini, Indonesia telah mengeluarkan peraturan untuk memfasilitasi kapal pesiar berbendera asing berlabuh dan melakukan pertukaran ABK, dengan menetapkan tiga pelabuhan yaitu di Pulau Nipah, Pulau Galang, dan Tanjung Balai Karimun.

“Secara bertahap akan dibuka pelabuhan lainnya agar bisa lebih banyak memfasilitasi ABK yang akan melakukan proses pertukaran,” imbuh dia.

Indonesia akan terus berperan aktif dalam mendukung pertukaran ABK bagi pelayaran internasional yang memerlukan bantuan itu di wilayah Indonesia, dimana hal ini merupakan pemenuhan kewajiban sebagai coastal state dan port state.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub mengapresiasi Pemerintah Inggris dan IMO sebagai organisasi maritim global utama yang telah berinisiatif menyelenggarakan pertemuan virtual ini dalam upaya bersama meminimalkan gangguan terhadap perdagangan dan kegiatan transportasi laut.

“Saya yakin upaya ini akan memperkuat konektivitas global yang tangguh, serta mendukung pemulihan ekonomi global dengan cepat,” tutur Menhub.

Pertemuan virtual tingkat Menteri turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal International Maritime Organization Mr. H.E. Kitack Lim, Sekretaris Negara untuk Transportasi Britania Raya Mr. Grant Shapps, dan Menteri Penerbangan, Kelautan dan Keamanan, Departemen Transportasi Kerajaan Inggris Ms. Kelly Tolhurst.

Delegasi lainya yang hadir yaitu dari negara Denmark, Perancis, Jerman, Yunani, Jepang, Belanda, Norwegia, Filipina, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.

Hadit juga sejumlah organisasi Maritim yang turut hadir yaitu International Maritime Organization (IMO), International Labour Organization (ILO), International Chamber of Shipping, UK Chamber of Shipping, International Transport Federation (ITF) dan Maritime UK. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari