Angkasa Pura 2

Layangan Bisa Ancam Keselamatan Penerbangan? Ini Kata Kemenhub

Bandara KokpitJumat, 10 Juli 2020
[foto oleh Ersa Danu] Lion Air di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Layangan dinilai bisa mengancam keselamatan penerbangan? Ini Kata Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara.

Disebutkan bahwa kepada masyarakat agar tidak bermain layangan atau layang-layang, sinar laser ataupun menerbangkan balon udara tanpa izin di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di seluruh bandara di Indonesia.

Sesuai dengan amanat Undang Nomor 1 Tahun 2009 mengatakan bahwa untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, wilayah di sekitar bandara atau yang sering disebut Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

KKOP adalah wilayah daratan ataupun perairan serta ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan, sehingga dilarang untuk melakukan kegiatan tanpa seijin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara.

Ditjen Perhubungan Udara melalui OBU IV telah melakukan penertiban layang-layang di sekitar wilayah Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto mengatakan, saat ini seringkali mendapat laporan terkait adanya layang-layang di sekitar udara kawasan KKOP yang sangat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Masyarakat memiliki peranan penting dalam menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga dua aspek ini masih rendah. Contohnya dengan masih adanya laporan masyarakat yang bermain layang-layang di sekitar wilayah bandara,” kata Dirjen Novie di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Dia mengingatkan, bahaya terhadap penerbangan, karena pesawat dapat menabrak atau tertabrak layangan dan masuk ke mesin pesawat serta jika bermain di landasan pacu dapat menghalangi pendaratan dan lepas landas.

“Untuk itu, kami mengharapkan agar masyarakat luas bersama-sama mematuhi aturan yang telah ditetapkan, tujuannya untuk keselamatan penerbangan sehingga meminimalisir ancaman keselamatan dan keamanan penerbangan,” ungkapnya.

Secara tidak langsung ketertiban itu juga memudahkan penyelenggara bandara/pengelola bandara serta stakeholder dapat menjalankan fungsinya dengan baik. (omy)