Angkasa Pura 2

Mantap, 2 Kapal Patroli PLP Tanjung Uban Berhasil Hentikan Kapal Ikan Tiongkok Diduga Lakukan Pidana

DermagaJumat, 10 Juli 2020
FB_IMG_1594345817258

BATAM (BeritaTrans.com) – Mantap, dua kapal patroli Pangkalan Penjagaan Laut dn Pantai Kelas II Tanjung Uban, berhasil hentikan kapal ikan Tiongkok diduga lakukan tindak pidana.

Pengejaran kapal ikan Tiongkok MV. Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 yang diduga melakukan tindak pidana Human Trafficking dan didapati juga menyimpan jenazah Anak Buah Kapal (ABK) berkewargaan Indonesia dalam lemari pendinginnya berhasil dihentikan kapal patroli KN. Kalimasadha P-115 dan KN. Sarotama P-112, Kamis (9/7/2020).

Setelah itu perkara diserahkan untuk ditangani lebih lanjut oleh pihak TNI AL dan Kepolisian.

“Keberhasilan kedua kapal patroli milik PLP Tanjung Uban dalam menghentikan kapal ikan tersebut tentunya patut diapresiasi. Namun, kami semua tahu bahwa apresiasi, pujian juga penghargaan bukanlah tujuan utama mereka dalam melakukan hal tersebut,” tulis PLP Tanjung Uban dalam postingan di media sosial.

Memaknai “bekerja dengan hati” dengan tulus menjadi penyemangat bagi mereka yang dituangkan dalam setiap tindakan, ketika terus menjalankan tugas tanpa pamrih untuk bangsa ini, Bangsa dan Negara Indonesia.

“Kita tidak bisa membuat dunia ini semakin terang dengan memadamkan cahaya orang lain sehingga perlu menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk bersatu dan bersinergi bersama instansi lainnya,” ungkapnya.

Tidak perlu menjelaskan lagi apa yang telah dilakukan para petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk Bangsa ini.

Seperti langit yang tidak pernah menjelaskan bahwa dirinya begitu tinggi. Seperti pelangi yang tak perlu menjelaskan bahwa dirinya begitu indah. Tetaplah bersinar seperti matahari yang selalu setia menyinari dunia.

Selamat bekerja untuk seluruh para petugas KPLP dalam memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di Indonesia, tanpa pamrih dan tidak perlu mengharapkan apresiasi apalagi publikasi. Semua itu, semata-mata untuk NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dharma Jala Praja Tama (Sebagai insan bahari selalu berusaha menjalankan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara),” tutupnya. (omy)

Foto: SMRT PLP Tanjung Uban

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari