Angkasa Pura 2

Komet Neowise dapat Dilihat dengan Mata Telanjang Meski Berjarak 103 Juta Km

Lingkungan & KehutananSabtu, 11 Juli 2020
IMG_20200711_201442

Jakarta (BeritaTrans.com) – Komet yang ditemukan pada akhir Maret lalu melalui teleskop ruang angkasa dan disebut Neowise merupakan komet pertama tahun ini yang dapat terlihat dari Bumi.

Secara resmi komet itu dinamakan C/2020 F3, komet ketiga yang ditemukan pada 2020 dan yang paling terang dari tujuh terakhir yang ditemukan, menurut kosmonot Rusia, Ivan Vagner, yang melihat komet dari stasiun ruang angkasa internasional.

Gambar komet itu pertama diambil oleh teleskop NASA, Neowise Space Telescope pada tanggal 27 Maret dan akan mencapai posisi terdekat dari Bumi pada tanggal 23 Juli, walaupun jaraknya masih sekitar 103 juta kilometer.

Walaupun jarak C/2020 F3 dari Bumi 400 kali lebih jauh dari jarak Bumi ke bulan, komet ini dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa menggunakan teropong atau teleskop.

Sepanjang Juli, Neowise akan melintas langit ke arah barat dan pada pertengahan Juli dapat terlihat sepanjang malam di bagian bawah kaki langit.

Di belahan Bumi utara, komet dapat terlihat di arah barat laut tak lama sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam sebagian besar bulan Juli.

Walaupun komet ini dapat dilihat dengan mata telanjang, para ilmuwan merekomendasikan untuk melihatnya pada saat kaki langit cerah dan juga saat kondisi polusi rendah, sehingga dapat terlihat jelas.

Fenomena ini dapat dilihat mulai tanggal 17 Juli di kawasan katulistiwa, namun mereka yang tinggal di belahan selatan harus menunggu sampai akhir bulan.

Sejumlah pengguna media sosial di Amerika Serikat menggunggah apa yang telah mereka saksikan pada minggu pertama Juli.

Salah seorang di antaranya, Darshan Shankar, melalui Twitter menulis, “Sangat beruntung, saat kondisi tanpa kabut di San Francisco, saya dapat memfoto Komet #neowise dari jembatan Golden Gate.”

Pengguna lain, Abdul harus mengendara keluar kota Boston untuk menangkap foto indah komet.

Screenshot_20200711_195804

Sementara di Eropa, seorang pengguna media sosial menyaksikannya dari Danau Annecy Prancis dalam unggahan yang diterbitkan Jumat (10/07).

Screenshot_20200711_195711

Posisi komet saat ini berada dalam jajaran Auriga, konstelasi di langit utara, salah satu dari 48 rasi bintang yang disusun oleh astronom abad kedua Ptolemy.

Dalam eberapa hari ke depan akan melewati konstelasi Lynx dan melewati kelompok bintang yang disebut “The Chariot” (kereta) atau “The Whale” (paus).

Dan kemudian, komet ini akan tenggelam dalam Sistem Tata Surya.

Screenshot_20200711_200852

Seorang warga Toronto, Canada, Kerry LH, yang melihatnya pada pagi hari menyebut kesempatan ini jarang untuk membidik “komet terang dengan ekor”.

Dan pengguna lain, seperti di bawah ini, melihatnya di Zacatecas, Meksiko.

Screenshot_20200711_195600

“Tiba-tiba bisa terlihat”

“Satu komet tiba-tiba terlihat dengan mata telanjang,” kata NASA dalam situsnya.

“Comet C/2020 F3 (Neowise) ditemukan pada akhir Maret dan menyala saat mendekat ke titik terdekat ke Matahari, dan berada di orbit Merkurius, pada awal Juli.”

“Komet ini selamat dari sistem tata surya sejauh ini dan saat ini mendekati Bumi di tengah perjalanan panjang ke sistem di luar tata surya,” kata situs NASA.

_113284850__113284114_neowise_moophz_960
Foto komet seperti terlihat di Libanon. (foto:MAROUN HABIB/NASA)

C/2020 F3 adalah satu dari sedikit komet yang terlihat dengan mata telanjang dan telah difoto dari berbagai sudut dunia.

Penempakan komet ini digambarkan oleh astronom Amerika Bob Behnken seperti layaknya kembang api, terkait dengan perayaan hari kemerdekaan Amerika pada 4 Juli.

Satelit NASA Neowise diluncurkan pada 2009 untuk pertama kalinya dan kemudian pada 2013 dirancang untuk misi baru, yaitu membantu upaya NASA mengidentifikasi berbagai objek di dekat Bumi.”

Selama bertahun-tahun, satelit ini telah menemukan ratusan ribu objek dan C/2020 F3 adalah bagian dari temuan terakhir ini. (lia/sumber:bbcindonesia)