Angkasa Pura 2

Trafik Logistik Bergairah di Bandara Palembang, Empek-Empek Deras Terbang

Bandara Ekonomi & Bisnis KokpitSabtu, 11 Juli 2020
611202016533

611202016522PALEMBANG (BeritaTrans.com) – Arus logistik melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, memperlihatkan tren positif.

“Juli 2020 ini menjadi starting point, seperti diungkapkan Direktur Utama PT Angakasa Pura II Pak Muhammad Awaluddin, bahwa proses recovery penerbangan dimulai, termasuk trafik kargo,” ungkap Executive General Manajer Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang, Fachroji.

Kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Sabtu (10/7/2020), mengemukakan menyodorkan data sebanyak 20.038 kilogram kargo hanya dalam sehari yakni pada Jumat (10/7/2020).

Pada hari itu, dia mengungkapkan terdapat 15.085 kilogram kargo datang ke bandara dan 4.953 kilogram kargo berangkat. “Pada Juli ini, terendah hanya pada tanggal 5 yakni 8.183 kilogram kargo. Datang sebanyak 5.222 kilogram dan berangkat: 2.961 kilogram,” jelasnya.
611202016550
Sedangkan asal dan destinasi komoditas itu antara lain Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara serta Hang Nadim, Batam. Fachroji mengungkapkan sebagian dari komoditas itu adalah makanan khas Palembang, sepetti empek-empek.

Trafik Penumpang

Trafik penumpang, dia menjelaskan juga mulai menunjukkan peningkatan pada awal Juli 2020 sejak masa berlaku hasil tes cepat diperpanjang dari tiga hari ke 14 hari.

Dia mengutarakan selama Juni 2020 atau saat rapid test berlaku masih tiga hari, rata-rata pergerakan penumpang tercatat hanya 800 – 900 orang per hari dengan rata-rata pada 1 – 8 Juni hanya 500 penumpang. Sedangkan data 1 – 8 Juli, rata-rata penumpang sudah 1.500 orang, trafik tertinggi pada 5 Juli ada 1.647 penumpang,” ujarnya kepada Antara.

Pergerakan pesawat juga meningkat dari rata-rata 14 pesawat pada Juni menjadi 20 pergerakan pesawat pada awal Juli.

Selain itu destinasi tujuan penerbangan reguler mulai kembali normal, dari semula hanya Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma, saat ini rute Bandung, Batam, Pangkal Pinang dan Batam dibuka kembali oleh maskapai.

Ia memprediksi tren peningkatan penumpang di Bandara SMB II Palembang akan terus berlanjut, terutama setelahbpemerintah mengeluarkan aturan tarif maksimal rapid tes COVID-19 sebesar Rp150.000 yang diyakini akan mendorong sektor transportasi udara.

“Memang kami amati setelah masa berlaku rapid tes diperpanjang 14 hari terjadi peningkatan, sepertinya rapid test cukup berpengaruh,” jelas Fahroji.

Namun di sisi lain peningkatan penumpang juga membuat protokol kesehatan di bandara diperketat, pihaknya tetap mengkondisikan penumpang agar tidak bertumpuk, menggunakan masker dan tidak dalam kondisi suhu tubuh di atas 37 derajat celcius.

Sementara itu salah seorang penumpang, Frenny mengatakan penyederhanaan syarat terbang selama masa pandemi membuatnya kembali memilih transportasi udara karena waktu tempuh lebih efisien.

“Kemarin-kemarin syarat terbang ada surat tugas, surat swab sampai surat izin dan itu agak ribet, bedanya sekarang cuma bawa surat rapid saja, kalaupun belum ada bisa tes rapid di bandara dan lebih murah daripada tes di rumah sakit,” kata dia. (ant/awe).