Angkasa Pura 2

Webinar CSAS: Konsumsi BBM Pesawat Berkurang Karena Airport Collaborative Decision Making

Bandara KokpitSabtu, 11 Juli 2020
6112020133622

MONTREAL (BeritaTrans.com) – Dalam webinar internasional, yang dihelat CSAS, Jumat (10/7/2020) malam, terungkap bahwa Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) akan menekan konsumsi BBM pesawat terbang.

Benefit itu diungkapkan Capt Fanny Kawulusan dari maskapai Garuda Indonesia dalam presentasi bertajuk Maximizing of Fleet Resources to The Triple-A Collaboration.

Selain Capt Fanny Kawulusan, tampil sebagai pembicara Vic Van Der Westhuizen sebagai ICAO Expert, Dr. Ir. M. Awaluddin, MBA, (CEO Angkasa Pura II), Cecep Marga Sonjaya (Vice President Airport Operation Angkasa Pura I), Roy Johanis, S.Sos., M.S. (Vice President ANS Data & Evaluation Airnav Indonesia), Ari Satria S. (Slot Coordinator Indonesia Airport Slot Management/IASM), serta moderator Dr. Afen Sena (Alternate Representative of Indonesian Delegation to ICAO).
61120201115391
Keuntungan operator pesawat dari ACDM, Kawulusan mengemukakan antara lain adanya waktu dan jarak taxi menjadi lebih kecil serta cepat ditanganinya terkait permasalahan taxi dan parking stand.

“Tujuan akhirnya ialah adanya pengurangan penggunaan bahan bakar oleh pesawat,” ungkap VP Operation Planning & Control PT Garuda Indonesia itu.

Dia mengemukakan ACDM sebenarnya merupakan kegiatan yang telah dilakukan setiap hari, namun perlu adanya peningkatan menjadi satu proses lebih baik lagi;

Dia menuturkan airport dan air operator yang dirasakan saat ini ialah masih adanya lake of parking stand, sehingga perlu dikoordinasikan. Apabila flow untuk operasi penerbangannya lancar maka dapat dipastikan permasalahan ini dapat diatasi.

Fanny juga mengungkapkan belum berksinambungannya informasi dari airport dan air navigation service provider (ANSP).

“Permasalahan seperti dapat slot untuk take-off dari bandara keberangkatan tetapi di bandara tujuan tidak mendapatkan slot juga merupakan salah satu permasalahan yang harus dikoordinasikan,” tuturnya.

Dia menegaskan kolaborasi antara semua stakeholder diperlukan untuk operasional ke arah lebih baik.

Salah satu peserta webinar yakni Wendy Aritenang Ph.D, yang merupakan mantan Sekjen Kementerian Perhubungan, mengemukakan ternyata sudah begitu maju terkait program – program ACDM, sekalipun tantangannya masih cukup banyak, tetapi upaya ke arah kolaborasi jauh lebih maju dibandingkan sekian tahun yang lalu.

“Pada akhirnya saya senang jika ujungnya ACDM ini selain untuk masalah keselamatan juga berujung pada efisiensi. Dan efisiensi juga mempunyai co-benefit yaitu penurunan emisi gas CO2. Dan sebagai Expert Indonesia di ICAO Environment, saya sangat senang sekali,” ujarnya. (awe).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari