Angkasa Pura 2

Iran Akui Jatuhnya Boeing 737-800 Ukraine Airlines dengan 176 Penumpang Karena Kena Rudal

KokpitMinggu, 12 Juli 2020
e59a991b-fa20-4475-9dc8-c6c26de5f50f_169

Jakarta (BeritaTrans.com) – Iran akhirnya mengungkapkan penyebab jatuhnya pesawat penumpang milik maskapai Ukraina pada Januari 2020. Penyebab dari kecelakaan fatal itu adalah kesalahan manusia yang menimbulkan ketidakselarasan sistem radar unit pertahanan udara, kata otoritas Iran, Minggu (12/7/2020).

“Kegagalan terjadi karena kesalahan manusia dalam mengikuti prosedur untuk menyelaraskan radar, menyebabkan kesalahan 107 derajat dalam sistem,” kata otoritas Penerbangan Sipil Iran dalam sebuah laporan, Sabtu malam, sebagaimana dilaporkan AFP.

Pesawat Boeing 737-800 milik Ukraine International Airlines jatuh di Iran pada 8 Januari lalu. Pada saat itu, AFP melaporkan pesawat itu lepas landas pukul 6.10 pagi waktu Iran. Pesawat yang membawa 176 orang itu hilang dari radar beberapa menit setelah lepas landas (take off).

Rekaman video sempat menunjukkan dua rudal Iran diluncurkan ke langit sebelum mengenai pesawat Boeing 737 milik maskapai Ukraine International Airline hingga jatuh pada Rabu (8/1).

Beberapa jam setelah kecelakaan terjadi, beredar kabar bahwa penyebab kecelakaan kemungkinan adalah kerusakan mesin. Sayangnya, banyak pihak tidak yakin dengan kesimpulan itu karena jatuhnya pesawat itu terjadi beberapa jam setelah serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan militer AS di Irak dilakukan.

Sebelum kejadian pesawat jatuh, Iran sempat meluncurkan serangan rudal sebagai balasan pada AS yang melakukan serangan udara di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari. Dalam serangan itu, salah satu tokoh penting Iran, Jenderal Qassem Soleimani, tewas.

Akibat serangan itu, Iran bersumpah untuk membalas AS. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa kecelakaan ada kaitannya dengan serangan rudal Iran, mengingat bangkai pesawat yang jatuh tersebut berupa puing-puing seperti bekas diledakkan. (Lia/sumber:cnbcindonesia)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari