Angkasa Pura 2

Begini Kantor Kemenhub Cegah Penularan Covid-19 Melalui Udara

SDMSenin, 13 Juli 2020
613202064644

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui virus Corona dapat berpotensi menyebar melalui tetesan kecil yang mengambang di udara.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menyebutkan, virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat bertahan di udara selama delapan jam.

Potensi itu akan membesar di ruang tertutup, termasuk di ruang kantor. Potensi tersebut juga tidak tertutup kemungkinan ada di ruang kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sekretaris Jenderal Kemenhub, Djoko Sasono, mengemukakan telah disiapkan action plan, yang segera diberlakukan di ruangan kerja lingkungan kemenhub.

Dalam diskusi dengan BeritaTrans.com dan Aksi.id, Jumat (10/7/2020), dia mengemukakan action plan mencegah penularan virus Corona melalui airborne itu antara lain memperbanyak frekwensi disinfeksi.

Selain itu, dia mengutarakan akan dipasang lebih banyak lagi exhaust van di ruangan. “Exhaust van ini akan mengeluarkan udara dari ruangan ke udara bebas,” ungkapnya.

Mantan Dirjen Perhubungan Darat itu menjelaskan jendela-jendela di ruangan kerja akan dibuka selama jam kerja. “Ini untuk menjaga lebih lancarnya sirkulasi udara,” tuturnya.

Dalam konteks pekerjaan, dia mengemukakan kemenhub terus memberlakukan protokol kesehatan. Pegawai diwajibkan mengenakan masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer sebelum masuk dan setelah ke luar ruangan, menghindari kontak fisik, serta menjaga jarak.

Kementerian teknis itu juga masih memberlakukan pegawai melaksanakan
work from home (WFH) dan work from office (WFO) secara bergantian.

Sistem kerja seperti itu, Djoko menyebut berdasarkan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Tatanan Normal Baru.

Surat edaran ini memuat penyesuaian sistem kerja bagi ASN agar dapat beradaptasi terhadap perubahan tatanan normal baru yang produktif dan aman Covid-19.

Adaptasi tersebut meliputi penyesuaian sistem kerja, dukungan sumber daya manusia aparatur, dan dukungan infrastruktur dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Pegawai tetap bekerja dan menaati ketentuan jam kerja yang berlaku,” tutur mantan Kepala BPSDM Perhubungan tersebut. (omy).