Angkasa Pura 2

Richard Branson Gelontorkan Rp3,66 Triliun untuk Selamatkan Maskapai Virgin Atlantic

Figur KokpitSenin, 13 Juli 2020
Virgin-Australia-goes-into-administration-despite-Richard-Branson-offering-Necker

LONDON (BeritaTrans.com) – Richard Branson akan membayar 200 juta poundsterling (sekitar Rp3,6 triliun) sebagai bagian dari rencana 1 miliar poundsterling untuk menyelamatkan maskapai Virgin Atlantic.

Miliarder itu akan menggunakan uang yang dihimpun dari menjual saham 396 juta poundsterling dalam bisnis pariwisata luar angkasa Virgin Galactic pada Mei.

Hedge fund AS Davidson Kempner Capital Management akan memasok dalam £ 200 juta pondsterling dengan jaminan aset Virgin – termasuk 27 pasang slot pendaratan Heathrow – dalam kesepakatan yang mungkin diumumkan besok.

Sebanyak 400 juta pondsterling tambahan dari penangguhan biaya. Kesepakatan itu muncul ketika kepala eksekutif Shai Weiss menyusun rencana empat tahun untuk perusahaan itu, yang akan segera memulai penerbangan ke Karibia dan Israel.

Sebelumnya Richard Branson, membantah rumor penjualan maskapai Virgin Altantic. Maskapai yang berdomisili di Inggris. Perusahaannya justru lebih memilih membuka ruang bagi para investor, ketimbang melepaskan maskapai ikonik milik pengusaha asal Inggris tersebut.

“Mereka menyadari bahwa investasi lebih lanjut diperlukan untuk mengganti total kerugian pendapatan akibat pandemi Covid-19,” ujar seorang juru bicara perusahaan seperti dilansir dari laman Forbes, Selasa (28/4/2020).

Menurut Telegraph, lembaga investasi, Houlihan Lokey telah mengumpulkan 50 perusahaan peminat Virgin Atlantic. Termasuk Temasek asal Singapura.

Sebelumnya, Temasek yang juga merupakan pemilik Singapura Airlines, pernah membeli 49 persen saham Virgin Atlancic pada 1999 seharga 600 juta Poundsterling. Namun, mereka melepasnya kepada Delta dengan hanya 224 juga Poundsterling pada 2013.

Pada Desember lalu, Branson menyutujui penjualan 31 persen kepemilikan Virgin ke Air France-KLM. Perjanjian yang telah dijajaki sejak 2 tahun lalu. Perjanjian ini akan mengakhiri dominasi Branson di maskapai Inggris tersebut.