Angkasa Pura 2

Wisata Alam dan Perkemahan Gunung Gede Pangrango di Sukabumi Sudah Dibuka: Pendakian Sedang Dipersiapkan

Another News DestinasiSelasa, 14 Juli 2020
Jembatan gantung dibangun di area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Situgunung, tepatnya di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

SUKABUMI (BeritaTrans.com) – Wisata alam dan perkemahan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sudah dibuka. Wisata alam tersebut dibuka kembali sejak 10 Juli 2020. Humas Balai Besar TNGGP Poppy Oktadiyani mengatakan, pembukaan semua destinasi wisata alam ini berdasarkan rekomendasi dari dua kepala daerah, Sukabumi dan Cianjur.

“Sebelum memberikan rekomendasi dua daerah ini telah melakukan penelitian. Penelitiannya tidak hanya satu kali, tapi berkali-kali,” ujar Poppy, Selasa (14/7/2020).

Selain itu, pembukaan objek wisata alam ini juga tertuang dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor SE.764/BBTNGGP/Tek.2/7/2020 tentang Pembukaan Kembali Wisata dan Perkemahan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Dibukanya kembali wisata alam ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui multiplier effect yang ditimbulkan serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari jasa lingkungan.

Poppy menerangkan, wisata alam relatif aman untuk dikunjungi. Selain tidak bergerombol, wisata alam juga bisa digunakan untuk olahraga.

Meski demikian, wisatawan yang akan berkunjung ke wisata alam yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango tetap diwajibkan mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan.

“Untuk pencegahan penularan Covid-19, pengunjung wajib mengikuti aturan dengan mengikuti protokol kesehatan,” kata Poppy.

Bagaimana untuk pendakian?

Adapun protokol pengunjung perkemahan dan wisata di kawasan TNGGP selama new normal yakni, menggunakan masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan sarung tangan jika memungkinkan, menjaga jarak antar pengunjung, menjaga etika batuk bersin.

Kemudian, mengisi tenda 50 persen dari kapasitas tenda bagi kegiatan perkemahan, menjaga jarak antar tenda bagi kegiatan perkemahan, menggunakan peralatan dan perlengkapan secara pribadi dan meminimalisir penggunaan secara bersama, memenuhi kuota perkemahan dan wisata, menjaga kebersihan di lingkungan wisata, sehat jasmani dan rohani.

Sementara untuk kegiatan pendakian, lanjut Poppy, sampai saat masih belum dibuka. Pihak Balai Besar TNGGP masih melakukan persiapan mengenai penerapan protokol kesehatan yang akan diterapkan untuk pendakian.

“Untuk pendakian masih dilakukan persiapan. Yang boleh baru one day trip saja,” ujar Poppy.

Sedangkan wisata alam dan perkemahan yang sudah dibuka di antaranya, Situ Gunung, Cimungkad, Selabintana, Pasir Hantap, perkemahan Cibodas, Mandalawangi, Gunung Putri, dan Saronge. (ds/sumber Liputan6.com)