Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Teken Kerja Sama BMN Terminal Gambut Barakat Kalsel

KoridorKamis, 16 Juli 2020
IMG-20200716-WA0047

BANJARMASIN (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengadakan Penandatanganan Perjanjian Sewa Barang Milik Negara (BMN) pada Terminal Gambut Barakat, Kalimantan Selatan, Kamis (16/7/2020).

Perjanjian BMN ini salah satunya dilakukan dengan Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari.

“Melalui perjanjian sewa dengan Uniska ini nantinya sebagian tanah dan bangunan terminal untuk kegiatan pendidikan/ Lembaga Pendidikan Tinggi, dengan jenis kegiatan berupa kegiatan Non Bisnis, dan kategori bentuk kelembagaan berupa Lembaga Pendidikan Formal. Ini sangat menarik karena baru pertama kali kita lakukan kerja sama perjanjian sewa terminal dengan kampus, jadi nantinya akan ada kegiatan perkuliahan di Terminal Gambut Barakat,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi sambungan virtual.

Perjanjian Sewa BMN Terminal Gambut Barakat antara BPTD Wilayah XV Provinsi Kalimantan Selatan dengan tiga pihak yaitui:

1. Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari yang akan bekerjasama memanfaatkan sebagai tanah dan bangunan Terminal Gambut Barakat untuk kegiatan belajar mengajar dan kegiatan penunjang akademis lainnya;

2. Perum DAMRI Cabang Banjarmasin yang akan bekerjasama memanfaatkan sebagian bangunan Terminal Gambut Barakat untuk kantor pemasaran dan penjualan tiket bus angkutan antar kota dan bus pariwisata;

3. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Garuda Biru Barakat yang akan bekerjasama memanfaatkan sebagian bangunan Terminal Gambut Barakat untuk kantor, kantin/cafe dan toko alat tulis kantor.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XV Provinsi Kalimantan Selatan, Iman Sukandar hadir sebagai perwakilan dari Ditjen Hubdat sekaligus menandatangani perjanjian sewa dengan ketiga pihak yang akan berlaku selama jangka waktu tiga tahun.

“Terminal Gambut Barakat yang dibangun sejak tahun 2007 dan selesai pada tahun 2012 dengan total anggaran sebesar Rp46,41 miliar yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi Kalimantan Selatan dan APBD Kabupaten Banjar,” tutur Iman.

Terminal Gambut Barakat dengan luas lahan 41.893 m2 dan dengan luas bangunan 1.168,2 m2 hingga saat ini belum bermanfaat secara optimal. Salah satu upaya untuk mengoptimalkannya maka hadir kebijakan konsep mixed use terminal.

Konsep mixed use adalah penggunaan bangunan/kawasan terminal untuk lebih dari satu kegunaan, dengan menggabungkan fungsi sebagai kantor, tempat tinggal, penginapan/hotel, pusat perbelanjaan, dan pusat aktivitas lainnya di area yang berdekatan atau bahkan di gedung yang sama dengan terminal tersebut.

Melalui laporannya dalam acara tersebut, Iman menjelaskan bahwa BPTD Wilayah XV telah berupaya mengimplementasikan dan mengembangkan konsep mixed use terminal.

“Kami mencoba menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang potensial, tertarik, dan bersedia untuk bekerjasama memanfaatkan tanah dan bangunan Terminal Gambut Barakat,” ungkapnya.

Terminal penumpang tipe A yang diserahkan dalam kondisi bervariasi. Beberapa diantara terminal tersebut dalam kondisi manfaat aset dan fungsinya tidak optimal sehingga menjadi salah satu isu strategis di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Terminal Penumpang Tipe A Gambut Barakat ini termasuk salah satu terminal yang menjadi bagian dari isu strategis Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

“Kami dari Ditjen Hubdat menyambut baik upaya untuk pemanfaatan terminal ini. Kami memperhatikan berbagai cara agar dapat meningkatkan dan mengoptimalkan manfaat Terminal Gambut Barakat. Secara umum kami terbuka bagi pihak-pihak lainnya yang ingin menjadi mitra kerja sama untuk pemanfaatan lahan dan bangunan Terminal Tipe A,” kata Dirjen Budi.

Pihaknya pun berharap ke depannya semakin banyak kerjasama yang terjadi di terminal lainnya dengan beragam pemanfaatan terminal. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari