Angkasa Pura 2

Inilah Deretan Produk PT Pindad yang Mendunia

HankamKamis, 16 Juli 2020
IMG_20200716_200432_resize_58

BANDUNG (BeritaTrans.com) – PT Pindad (Persero) baru-baru ini memperkenalkan produk terbaru di segmen kendaraan taktis (rantis).

Produk yang diciptakan perusahan badan usaha milik negara (BUMN) tersebut sedikit berbeda dari biasanya.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose mengatakan, mobil rantis yang diberi nama “Maung” tersebut memang memiliki perbedaan.

Konsepnya mengarah ke rantis ringan yang bisa digunakan di jalan raya ataupun medan offroad.

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto disebut-sebut telah memesan mobil ini sebanyak 500 unit.

Lantas, apa saja produk PT Pindad yang telah mendunia?

Senapan Serbu SS-2

5f1016aa44e9d

SS2-V4 KAL. 5.56 MM

Salah satu produk buatan PT Pindad adalah senapan serbu seri SS-2 ini.

Sejak awal peluncurannya, beberapa negara sudah berminat untuk mendatangkan produk asli buatan anak negeri tersebut.

Mengutip Antara (9/6/2016), dua negara di Timur Tengah menyatakan berminat memesan senjata tersebut.

Terdapat 9 varian dari senjata laras panjang seri SS-2 ini.

Di antaranya yakni

SS2-V7 SUBSONIC
SS2-V5 KAL. 5.56 MM
SS2-V4 HB KAL. 5.56 MM
SS2-V2 KAL. 5.56 MM
SS2-V1 KAL. 5.56 MM
SS2-V4 KAL. 5.56 MM
SS2-V5 A1 KAL. 5.56 MM
SS2-V1 HB KAL. 5.56 MM
SS2-V2 HB KAL. 5.56 MM

Pistol G2 Premium

5f1016e26bca3

Masih dari sektor persenjataan, kali ini Pistol G2 Premium buatan Pindad juga dilirik oleh salah satu negara tetangga.

Masih dari sumber yang sama, Laos dikatakan telah memesan terlebih dahulu pistol jenis tersebut karena kehandalannya telah teruji.

Pistol G2 Premium merupakan pengembangan dari sisi desain dan frame yang berasal dari varian G2 lannya.

Fitur serta karakter pada G2 Premium sepenuhnya dikembangkan dari umpan balik para pengguna yang telah mengoperasikan varian G2 Combat dan Elite.

Menggunakan amunisi kaliber 9 mm, G2 Premium memiliki jarak tembak efektif sampai dengan 25 meter. G2 Premium merupakan varian teratas dalam keluarga pistol G2.

SPR-2

5f10171ceab7a

Senapan penembak runduk (SPR) 2 juga menjadi magnet bagi negara di Timur Tengah untuk berusaha mendatangkannya.

SPR-2 pernah masuk dalam kategori senjata terbaik saat eksibisi uji senjata di Jordania.

Sehingga, meyakinkan negara-negara di kawasan tersebut untuk mendatangkan senjata asli buatan Indonesia tersebut.

SPR-2 dapat menembak target dengan jarak 2 kilometer dengan akurasi yang sangat baik.

Senapan ini menggunakan peluru dengan kaliber 12.7 x 99 mm. Dalam satu magasinnya dapat memuat sampai dengan 5 peluru.

Senapan ini dapat menggunakan beberapa tipe peluru 12.7 x 99 mm sesuai dengan kebutuhan.

SPR sendiri memiliki tiga varian yang berbeda, yakni SPR-4, SPR-3 Kal. 762 MM, dan SPR-2 Kal. 12,7 MM.

Kendaraan khusus

5f1017b612e08

Anoa 6×6 Logistics dan Komodo 4×4 Battering Ram.

Selain senjata, PT Pindad juga mengembangkan produk-produk kendaraan tempur.

Mengutip laman resmi Pindad, produk-produk kendaraan tempur yang dihasilkan, di antaranya Kendaraan Taktis 4×4 “Komodo” dan Panser 6×6 “Anoa”.

Kendaraan-kendaraan tempur tersebut telah diproduksi lebih dari 300 unit dengan berbagai varian.

Dan juga, ikut dalam misi perdamaian dunia PBB di berbagai Negara seperti Lebanon, Afrika Tengah, dan Sudan.

Kendaraan taktis 4×4 Komodo terdiri atas empat macam varian, yakni Komodo 4×4 Missile Launcher, Komodo 4×4 Battering Ram, Komodo 4×4 APC Police, dan Komodo 4×4 Recon.

Sementara Panser 6×6 Anoa terdiri atas tujuh varian, yakni Anoa 6×6 Mortar, Anoa 6×6 Command, Anoa 6×6 Amphibious, Anoa 6×6 Recovery, Anoa 6×6 Armoured Personnel Carrier, Anoa 6×6 Ambulance dan Anoa 6×6 Logistics.

Penelitian dan pengembangan terus menerus dilakukan untuk mencapai tujuan masa depan untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan teknologi.

Produk penelitian dan pengembangan terbaru yang dilakukan oleh Pindad adalah produk Medium Tank “Harimau” yang bekerja sama dengan FNSS (Turki) serta didukung oleh Kementerian Pertahanan RI.

Sistem ini dilengkapi senjata Turret 105 mm serta mampu melewati berbagai medan pertempuran.(amt/kompas.com/foto:dokpindad/berbagai sumber/istimewa)