Angkasa Pura 2

Keberhasilan Pangkalan PLP Tanjung Uban Tegakkan Hukum di Laut Diganjar Penghargaan

DermagaKamis, 16 Juli 2020
IMG-20200716-WA0039

IMG-20200716-WA0036

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Keberhasilan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban dalam menegakkan hukum di laut, diganjar Penghargaan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

PLP Tanjung Uban melakukan pengejaran dan menghentikan kapal ikan Tiongkok MV. Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 yang diduga melakukan tindak pidana Human Trafficking dan didapati juga menyimpan jenazah Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia dalam lemari pendinginnya, 9 Juli 2020.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo kepada Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban Capt. Handry Sulfian, Nakhoda Kapal Patroli KN. Sarotama P.112 Nico Morris Selayar dan Nakhoda KN. Kalimasadha P.115 Putra Wardana.

“Atas nama Pimpinan Ditjen Perhubungan Laut kami sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada Kepala Pangkalan PLP Tanjung Uban dan Nakhoda kapal beserta seluruh kru kapal yang telah berhasil menegakan hukum di laut dengan menghentikan kapal ikan asing yang melakukan pelanggaran,” ungkap Dirjen Agusdi Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Menurutnya, upaya penegakan hukum yang dilakukan sesuai prosedur dan telah berkoordinasi dengan instansi penegak hukum, seperti TNI-AL, Polairud, Bea dan Cukai serta instansi terkait lain.

Mengingat kapal tersebut merupakan kapal asing, maka proses penegakan hukum tetap mengikuti aturan internasional yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) di mana Direktorat Jenderal Perhubungan Laut selalu maritime administration yang bertanggungjawab di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.

“Apa yang telah dilakukan ini merupakan bentuk bakti insan Perhubungan untuk negeri dan dapat menjadi pemicu semangat personel KPLP yang lain untuk terus bekerja lebih baik dan sungguh-sungguh sehingga bisa berprestasi,” urainya.

Saat kejadian, usai menerima informasi dari Atase Perhubungan Singapura dan berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) Batam dan VTS Dumai serta instansi penegak hukum, Pangkalan PLP Tanjung Uban langsung memerintahkan Kapal Patroli KN. Sarotama P.112 dan KN. Kalimasadha P.115 untuk melakukan patroli pengejaran kapal ikan Tiongkok MV. Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118.

Kemudian kapal ikan tersebut digiring ke alur perairan Indonesia untuk dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya diserahkan kepada instansi penegak hukum untuk diproses lebih lanjut. (omy)