Angkasa Pura 2

Menelisik Legenda Setan Budeg di Perlintasan Kereta Bintaro

Another News EmplasemenKamis, 16 Juli 2020
PERLINTASAN KERETA TANPA PALANG

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Perempuan Indigo Furi Harun menjelaskan, Legenda Setan Budeg di Pelintasan Rel Bintaro, Jakarta, merupakan setan laki-laki yang tidak terima akan kematiannya.

Mungkin banyak orang Indonesia tidak familiar dengan kisah misteri seputar kecelakaan kereta tragis, Bintaro yang terjadi pada 1987 silam.

Sudah puluhan tahun berlalu, namun cerita-cerita mistis yang bikin bulu kuduk merinding di lokasi ini tidak pernah berhenti sampai detik ini.

Salah satu contohnya legenda urban soal setan budeg, ya setan yang konon suka membuat masyarakat yang melintasi rel kereta daerah Bintaro ini menjadi mendadak tuli alias budeg sehingga tidak menyadari ada kereta api yang sedang melaju kencang.

DSC_0878_crop_12-553x400

Foto: Ilustrasi

Tapi sebetulnya, seperti apa sih bentuk setan budeg yang suka menganggu manusia bahkan hingga berujung pada kejadian tragis tertabrak kereta? Menelisik soal setan budeg Bintaro, Okezone mencoba bertanya pada perempuan indigo, Furi Harun.

Kepada wartawan, Furi menuturkan jika dilihat dari hasil observasi yang ia lakukan. Pertama yang ia lihat, setan budeg ini bukanlah berjenis jin. Tapi jenisnya adalah hantu, tepatnya hantu gentayangan.

“Kalau dari hasil observasi setan budeg, ini jenisnya bukan jin. Hantu-hantu ini yang dulunya pernah jadi korban kecelakaan di rel kereta api, terus mereka enggak terima dengan kematian, alhasil bisa dibilang jadi gentayangan,” ungkap Furi saat dihubungi awak media baru-baru ini.

Berawal dari sebab tidak merasa terima harus tewas menjadi korban kecelakaan kereta api, lalu setan-setan budeg ini pun menganggu manusia alias orang-orang yang melintasi rel kereta api. Furi mengungkapkan, dalam memilih korbannya, setan budeg tidak pilih kasih.

Wanita, laki-laki, orang dewasa, orang tua, semua korban dipilih bebas. Dengan catatan, orang yang sedang melintasi rel kereta api tersebut dalam keadaan setengah sadar, melamun, dan pikirannya sedang tidak fokus. Baik itu ketika melintas di siang hari bolong ataupun malam hari yang gelap.

“Mereka cenderung menganggu orang-orang yang melintasi rel, yakni orang yang dalam keadaan setengah sadar, lagi ngelamun, pikirannya enggak fokus. Atau bisa juga orang yang terlalu fokus pada ponsel jadi enggak aware lingkungan sekitar,” jelas dia.

“Cara ganggunya ya menutup telinga orang-orang yang ia pilih jadi korban. Akhirnya cenderung enggak kedengaran itu peringatan dari rambu dan juga petugas pada saat ada kereta api melintas. Nah itulah namanya setan budeg,” imbuhnya.

Jika bicara soal wujud fisik setan budeg, melalui Furi, terungkaplah jika setan budeg ini ternyata penampilannya kebanyakan berbentuk sebagai laki-laki. Lebih detail lagi, yakni laki-laki bertubuh pendek sekitar hanya 140 centimeter, dengan bentuk tubuh agak gemuk, dan berkepala botak.

Agar tidak diganggu oleh para setan budeg, hanya ada satu cara menurut Furi. Selain memfokuskan pikiran, juga harus melindungi diri dengan banyak berdoa.

“Dengan berdoa, ada frekuensi doa yang melindungi diri kita. Makanya setan budeg itu tidak akan maka akan menganggu,” tutup Furi singkat. (dan/okezone)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari