Angkasa Pura 2

10 Tragedi Kecelakaan Kereta Terparah di Dunia

EmplasemenSabtu, 1 Agustus 2020
34f42027-40d2-41bd-9b36-4b0f567b07bd_169

Jakarta (BeritaTrans.com) – Kecelakaan anjloknya KRL Commuter Line pada Minggu pagi (10/3/2019) sudah berlalu. Kini jalur lintas kereta Jakarta-Bogor kembali bisa digunakan normal.

Meskipun kecelakaan kereta anjlok itu tidak menelan korban jiwa (17 korban luka-luka), tetap saja kejadian itu memberi rasa was-was betapa perjalanan kereta api tak lepas dari maut.

Pada intinya, jangan pernah sepelekan kecelakaan kereta karena korban jiwa bisa ratusan atau bahkan ribuan orang.

Berikut beberapa kecelakaan kereta di dunia yang paling banyak menelan korban, dirangkum dari berbagai sumber.

22 Januari 1915
Guadalajara di Meksiko, 1915. Terjun ke Ngarai. 600 jiwa.

Peristiwa yang menelan korban jiwa lebih dari 600 orang tersebut dimulai ketika Presiden Carranza memerintahkan keluarga dan pasukannya untuk menempati Guadalajara yang baru dimenangkannya.

Pada 22 Januari, kereta yang penuh sesak itu menuruni bukit dalam kecepatan tinggi dan masinisnya kehilangan kontrol terhadap lokomotifnya.

Kondisi itu menyebabkan kereta anjlok dan keluar jalur hingga jatuh ke tebing, termasuk orang-orang yang bergelantungan di gerbong.

fe8c585c-2f20-4f1b-9bf0-25da9797c3aa_169
Foto: Kecelakaan kereta di Meksiko, 1915/Istimewa/Wikipedia

1917
Stasiun Ciurea di Romania, 1917. Berisi Tentara yang Terluka. 1.000 jiwa.

Rem yang blong kembali menjadi penyebab kecelakaan di dekat Stasiun Ciurea, Romania ini.

Kereta itu berpenumpang kereta yang berisi pengungsi dan tentara yang terluka diungsikan dari aksi pendudukan Jerman pada Perang Dunia I.

Mendekati Stasiun Ciurea, kereta yang dalam kecepatan tinggi berniat berhenti mendadak untuk menghindari tabrakan dengan kereta lain di depannya. Namun, usaha itu gagal dan justru menyebabkan anjlok serta menyulit kebakaran yang akhirnya menewaskan hampir 1.000 orang.

12 Desember 1917
Saint Michel-de-Maurienne di Perancis, 1917. Mudik Maut. 1.000 jiwa.

Pada 12 Desember, pasukan Perancis yang ingin merayakan Natal di rumahnya dimobilisasi pemerintah dengan cara menggabungkan gerbong dari dua kereta menjadi satu kereta saja.

Efisiensi tersebut membuat mekanisme remnya juga irit karena hanya tiga gerbong pertama yang memiliki rem angin. Ketika melewati pengunungan Alpen, masinis mengerem tetapi remnya terlalu panas dan menyebabkan kebakaran.

Setelah 4 mil, gerbong pertama anjlok dan diikuti gerbong di belakangnya dan saling menabrak. Karena besarnya api, hanya 425 mayat yang berhasil diidentifikasi dari total 1.000 korban jiwa.

3 Januari 1944
Torre del Bierzo di Spanyol 1944. Terbakar 2 Hari. 500 jiwa.

Pada tanggal tersebut, sebuah rangkaian kereta surat 11 gerbong masuk ke dalam terowongan dan menabrak sebuah kereta mesin uap (lokomotif kecil/shunting engine).

Tabrakan tersebut menyebabkan kebakaran pada sistem perkretaapian dan membuat sinyal dan komunikasi di daerah tersebut terputus.

Dari arah berlawanan, sebuah kereta pengangkut batu bara dengan kecepatan penuh menabrak shunting engine dan kereta surat hingga membakar muatan.

Kebakaran terjadi hingga 2 hari karena batu bara yang terbakar. Kecelakaan ditengarai menyebabkan tewasnya lebih dari 500 orang karena ramainya penduduk yang menumpang kereta karena ingin merayakan Natal. Ya Tuhan.

1944
Balvano di Italia, 1944. Mati Lemas di Terowongan. 650 jiwa.

Kejadian kelam di selatan Italia itu bermula karena kereta yang diisi batu bara kualitas rendah sehingga memproduksi karbon monoksida dalam jumlah besar, dipadukan dengan lebih dari 650 penumpang gelap di atas gerbong terbuka yang terjebak di dalam terowongan selama hanya 38 menit.

Di tengah gelapnya malam dan rintik hujan, lokomotif kereta yang masih menunggu sinyal jalan terus mengeluarkan asap beracun yang tidak berbau dan dihirup penumpang gelapnya hingga mati lemas. Diprediksi lebih dari separuh dari total 47 gerbong kereta yang terjebak di dalam terowongan.

1981
Sungai Baghmati di India, 1981. Gara-gara Sapi Lewat. 800 jiwa.

Kejadian bermula ketika kereta dengan sembilan gerbong itu membawa sekitar 1.000 orang melewati Sungai Baghmati yang sedang tinggi seiring dengan datangnya musim hujan.

Hujan yang turun membasahi rel dan membuatnya lebih berisiko, sehingga ketika ada seekor sapi melintas di rel sang masinis menekan rem terlalu kencang dan sukses membuat kereta anjlok keluar jalur dan tenggelam di sungai tersebut. Dalam agama Hindu, Sapi merupakan hewan keramat sehingga tidak boleh dibunuh.

Diperkirakan ada lebih dari 800 orang yang meninggal, dan lebih dari 300 orang tidak ditemukan karena tenggelam atau hanyut dalam peristiwa dekat Kota Bihar tersebut.

14 Januari 1985
Awash di Ethiopia, 1985. Terbalik di Jembatan. 428 jiwa.

Peristiwa kecelakaan tragis itu menelan 428 korban jiwa yang disebabkan oleh kecepatan tinggi kereta ketika melewati jembatan berbelok.

Akibatnya, empat gerbong dari total lima yang ada anjlok (keluar jalur) dan terjun ke jurang di Sungai Awash, dimulai dari gerbong yang paling belakang.

31083445-8219-4e1a-8a78-6b82b47755ab_169
Foto: Kecelakaan kereta di Rusia 1989/Istimewa

4 Juni 1989
Ufa di Rusia, 1989. Ledakan Awan Gas. 575 jiwa.
Kecelakaan maut ini terjadi pada 4 Juni, ketika terjadi kebocoran jaringan LPG. Karena tekanannya turun, tim perbaikan justru meningkatkan tekanannya dan menimbulkan awan tebal gas propana di sekitar jalur kereta, bukannya mencari dan menambal kebocoran.

Dua kereta lewat jalur kota Ufa-Asha tersebut dengan membawa sekitar 1.200 penumpang.

Secara bersisipan, keduanya menyebabkan adanya percikan api di relnya dan memicu ledakan berdaya setara 10kt TNT yang menghanguskan tujuh gerbong barang, 37 gerbong penumpang, dan dua lokomotif.

Selain menewaskan lebih dari 575 penumpang, 800 orang lain terluka dalam kejadian ini.

20 Februari 2002
Al-Ayyat di Mesir, terbakar 2 jam di jalan, 383 jiwa.
Peristiwa tewasnya 383 orang dalam kebakaran kereta ini baru diketahui masinisnya setelah 2 jam berlalu dan akhirnya menghentikan laju keretanya.

Kejadian bermula ketika sebuah gas meledak di gerbong kelima dan kecepatan tinggi menyulut api menjadi lebih besar dan menyebar ke gerbong yang lain. Kebakaran ini menyebabkan mayoritas penumpang di tujuh gerbong menjadi abu sampai identifikasi pun sulit dilakukan. Menyedihkan dan mengerikan.

Penumpang yang nekat loncat dari kereta juga hampir tidak ada yang selamat karena kecepatan kereta jalur Kairo-Luxor yang tinggi pada peristiwa 20 Februari 2002 tersebut.

Angka kematian resmi yang diumumkan pemerintah hanya 383 orang, tetapi mengingat saat itu kapasitas 150 penumpang dalam satu gerbong biasanya berlipat ganda, maka angka yang diyakini saat ini hingga 1.000 orang.

26 Desember 2004
Ratu Laut di Sri Lanka, 2004. Tergulung Ombak. 1.700 jiwa.

Pada tsunami besar 26 Desember 2004 yang turut menerjang Indonesia dan negara Asia lain, kereta bernama Ratu Laut (Queen of The Sea) sedang berlari di jalurnya di Sri Lanka dan hanya berjarak 200 meter dari bibir pantai ketika ombak pertama menerpa.

Gelombang besar pertama itu sukses menghentikan kereta yang kelebihan penumpang tersebut.

Penduduk sekitar serta penumpang yang ketakutan dan panik naik ke atap gerbong dan berlindung di baliknya dengan harapan terlindungi dari serangan air selanjutnya.

Di luar prediksi, gelombang selanjutnya ternyata lebih besar dan menghantam kereta hingga berguling-guling. Jika tidak terlindas kereta, penumpang dan penduduk yang ada di daerah itu tenggelam dan hanyut terbawa arus gelombang. Total korban jiwa diestimasi lebih dari 1.700 orang.

(lia/sumber:CNBC INDONESIA)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari