Angkasa Pura 2

Masa Pandemi Covid-19, Angkutan KA Barang Sumbangsel Tetap Eksis

EmplasemenSabtu, 1 Agustus 2020
IMG-20200801-WA0027

IMG-20200801-WA0032

PALEMBANG (BeritaTrans.com) – Pelayanan angkutan barang kereta (KA) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) tetap eksis melayani di masa pandemi Covid-19.

Ini bagian upaya pemerintah dan operator dalam meningkatkan pengangkutan muatan yang terus dilakukan.

Di Stasiun Kertapati mengalami kenaikan volume pengangkutan di Semester 1 2020 yakni sebesar 8,1jt Ton dibandingkan Semester 1 2019 yang hanya 7jt Ton.

Di Stasiun Bongkar Batubara Kertapati menurut Deputi EVP Divre III Palembang M. Arifudi, pihaknya optimistis akan dapat memaksimalkan kembali pengangkutan rangkaian kereta batubara sebanyak 11-12 rangkaian kereta pada Agustus ini.

Hal ini diketahui saat Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat melakukan kunjungan ke Stasiun Bongkar Batu Bara di Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan Sabtu (1/8/2020).

Upaya Divre III Palembang PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KALOG dalam mengembangkan dan meningkatkan angkutan barang terus dilakukan.

“Penambahan apron baru mempercepat pembongkaran batubara. Ada dua apron, satu yang bongkar sekaligus tiga gerbong, satu lagi yang sekaligus bongkar lima gerbong. Pembongkaran satu rangkaian kereta berjumlah 45 rangkaian memakan waktu maksimal satu jam,” jelas M Arifudin.

Senior Manager Wilayah Sumatera PT KALOG Ferdian Pardosi menjelaskan, saat ini stasiun muat barang seperti Batubara, Semen dan BBM yang dikelola KALOG memiliki empat terminal di Sumsel yaitu di Stasiun Sukacinta, Banjarsari, dan Muaralawai sementara untuk stasiun bongkar ada di Kertapati.

Untuk meningkatan dan mempercepat pengangkutan KALOG tengah menambahkan stasiun muat di Stasiun Merapi di Lahat dan untuk perkembangan stasiun bongkar nanti juga akan ada di Simpang di Ogan Ilir, Kramasan di Kertapati dan Gelumbang di Indralaya.

Kerja sama yang dikelola KALOG dalam kegiatan bongkar muat dilakukan dengan berbagai perusahaan swasta yang memproduksi bahan baku.

“Seperti PT BBG memuat barang di stasiun Muaralawai dan PT BAU di Bajarsari,” ujarnya.

Selain pengembangan bongkar muat KALOG kini memiliki kontainer sendiri sebanyak 1.200. Hal ini salah satu upaya persiapan di masa pandemi.

Cris meminta agar KALOG dapat merambah dalam jenis barang yang diangkut bukan hanya bisnis yang sekarang ada seperti juga angkutan barang, angkutan semen dan minyak tapi bisa ditambah misalnya kelapa sawit yang masih diangkut dengan truk. Kita bisa kejar itu,” saran Cris.

IMG-20200801-WA0033

Upaya untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan rel Balai Teknik Perkeretaapian Sumbagsel Kementerian Perhubungan juga dilakukan.

Taufik Erfin, PPK Wilayah I BTP Kelas II Sumbagsel menguraikan, BTP tengah mengembangkan lintas Kertapati-Lampung dan Muara Enim-Lubuk Linggau dengan meningkatkan persinyalan yang masih mekanik untuk ditingkatkan ke elektrik namun pengembangan ini masih tersendat di studi. Divre III siap untuk bantu melakukan studi.

“Karena pada dasarnya memang PT KAI yang paling mengetahui kondisi perkembangan di lapangan seperti apa”, ungkap Arifudin.

Cris juga sepakat untuk studi dilakukan oleh Divre III karena angkutan barang itu dapat dimanfaatkan secara penuh oleh PT KAI.

“Sarana prasarana persinyalan itu harus maksimal karena sebetulnya yang memperoleh mamfaat terbesar adalah PT KAI sehingga apapun yang akan dilakukan , investasi apapun yang dikerjakan oleh BTP Sumbagsel itu harus didukung semaksimal mungkin karena keuntungannya pun akan dirasakan sendiri oleh PT KAI,” papar Cris.

Peningkatan persinyalan ini sangat mungkin dilakukan, ditambah tidak adanya masalah pembebasan lahan sehingga dapat fokus pada peningkatan persinyalan.

Taufik menambahkan juga jika persinyalan, rel ataupun perbaikan daerah yang rawan longsor di jalur Kertapati-Lubuk Lingau diatasi dengan serius maka satu lintas antara Kertapati-Lubuk Linggau akan meningkatkan potensi alam di Sumsel.

“Menurut kami jika jalur ini dimanfaatkan secara maksimal pendapatan wilayah Sumsel bisa lebih baik lagi,” ungkap Taufik.

Cris menekankan bahwa DJKA melalui BTP Sumbagsel dan PT KAI serta jajarannya khususnya di Divre III harus bisa melihat potensi pasar di Sumbagsel yang bisa diambil alih kereta secara jeli.

“Kereta bisa menarik potensi hasil alam yang bisa diangkut,” kata dia.

Kalau batubara sudah ada aturan Pergub untuk tidak diangkut truk. Kalau muatan lain yang biasa dibawa truk padahal ada jalur kereta, itu bisa ditarik oleh kereta, misal hasil seperti sawit, CPO, atau TBS (Tandan Buah Segar).

Cris meyakini untuk secara nasional pemerintah akan mendapatkan manfaat lebih banyak ketika angkutan barang itu dibawa oleh dengan kereta dibandingkan dengan truk.

Upaya yang sama juga dilakukan di Stasiun Tarahan Pelayanan bongkar harian angkutan Batubara relasi Tanjung Enim Baru-Tarahan mulai mengalami peningkatan rata-rata rangkaian kereta yang mengangkut barang yang pada awal pandemi hanya 16 rangkaian kini melayani 19-20 rangkaian kereta batubara setiap harinya selama periode Juni sampai Juli 2020.

Angkutan Kereta Batubara PTBA relasi Tanjung Enim Baru-Tarahan mengalami penurunan volume angkut sekitar 20% dari Triwulan I ke Triwulan II 2020. Pada Triwulan I kereta batubara mengangkut 5,3juta Ton batubara sementara Triwulan II turun menjadi 3,9juta Ton

Teguh Imam Santoso, Deputi EVP Divre IV Tanjungkarang berharap peningkatan pengangkutan volume batubara dan muatan lain seperti semen dan BBM terjadi pada Triwulan III di Tarahan.

Cris berharap hal yang sama untuk di Tarahan. Gerbong kosong yang tidak memuat balik muatan yang melintas dari Tarahan ke Palembang seharusnya dapat berisi muatan.

“Ke depan kami berharap pengangkutan muatan dapat dimaksimalkan karena pengangkutan maksimal 19-20 rangkaian kereta yang membawa 59-60 gerbong kereta melintas setiap hari. Jadi sekitar 1200 gerbong yang bermuatan 52 ton belum dimanfaatkan. Jika hal ini dimanfaatkan maka nilai tambah yang ditimbulkan akan sangat luar biasa,” imbuhnya.

Agar peningkatan angkutan KA yang mengangkut batubara di Tarahan dapat terus maksimal kereta wajib melakukan perawatan di Depo Tarahan dan Balai Asahan Rejosari, Lampung Selatan, Lampung.

KA yang membawa batubara menuju Tarahan mendapat perawatan yang maksimum dan terjadwal. (omy)