Angkasa Pura 2

Ingin Berkarir Bidang Transportasi di Inggris, Simak Kuliah Umum BPSDMP ini

SDMSenin, 3 Agustus 2020
IMG-20200803-WA0065

IMG-20200803-WA0062

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ingin berkarir bidang transportasi di Inggris, Badan pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) mengajak simak kuliah umum yang digelar secara virtual dengan narasumber Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste dengan menghadirkan Briritish Ambassador to Indonesia and Timor-Leste, Ambassador Owen Jenkins sebagai pembicara utama.

Kepala BPSDMP Sugihardjo saat menyampaikan welcome speech pada event yang dihadiri oleh 600 peserta yang terdiri dari para taruna, dosen, serta unit kerja terkait di lingkungan Kemenhub ini menjelaskan bahwa Kuliah Umum dengan mitra kerja sama internasional merupakan salah satu strategi BPSDMP untuk meningkatkan wawasan para taruna tentang penyelenggaraan transportasi di negara-negara maju.

“Diharapkan mampu memberikan added value bagi lulusan kami di pasar industri transportasi,” tuturnya di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Kuliah umum kali ini bertajuk UK Capability in Transportation. Sugihardjo memaparkan pertemuannya dengan Ambassador Jenkins pada Januari 2019 yang lalu saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sebuah courtesy call.

Pada kesempatan itu, disampaikan pentingnya meningkatkan SDM di semua sektor, termasuk dalam sektor transportasi. Menteri Perhubungan lalu menugaskannya untuk menindaklanjuti kerja sama bidang pengembangan SDM dengan perwakilan dari Inggris.

“Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut BPSDMP melakukan komunikasi dan koordinasi untuk menyelenggarakan Kuliah Umum sebagai trigger dalam menjajagi kemungkinan kerja sama di bidang pendidikan seperti program beasiswa, pertukaran pelajar, internship baik taruna maupun dosen, sharing informasi dan research,” ujar Sugihardjo.

Dalam kesempatan tersebut diperkenalkan BPSDMP sebagai lembaga dibawah Kemenhub yang bertanggungjawab mengembangkan SDM di bidang Transportasi Darat, Kereta Api, Laut dan Penerbangan Sipil kepada Duta Besar dan delegasi Inggris.

BPSDMP saat ini mengelola 26 perguruan tinggi dan lembaga pelatihan yang berlokasi di seluruh Indonesia dengan total lebih dari 16.000 taruna/i dan menghasilkan sekitar 5.000 lulusan tiap tahunnya.

Lebih lanjut, Sugihardjo menjelaskan bahwa Inggris memiliki sistem transportasi yang maju, aman, andal, mudah diakses dan terintegrasi. Ini merupakan kesuksesan serta kemampuan Inggris dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terjadi di sektor transportasi. Ia menggambarkan pengalamannya ketika menggunakan berbagai moda transportasi yang terintegrasi satu dengan lainnya di London dan juga kemajuan teknologi yang digunakan pada fasilitas transportasi di sana.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua untuk dapat mengetahui bagaimana pengelolaan transportasi di sana. Saya berkesempatan melihat transportasi umum di sana tepat waktu, lancar, mudah diakses dan terintegrasi dalam sebuah sistem,” ucap Sugihardjo.

Kegiatan ini secara tidak langsung juga mengasah kemampuan berbahasa asing taruna saat menyerap informasi dan menumbuhkan rasa percaya diri saat ikut aktif berdiskusi.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Owen Jenkins menyampaikan bahwa ada tiga kemampuan penting yang harus dimiliki SDM sektor transportasi yang yakni penguasaan teknologi terkini, kemampuan berinovasi dan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

“Dalam transportasi pengembangan infastuktur dan penggunaan teknologi tinggi adalah hal yang penting namun tidak kalah penting melakukan pengembangan SDM yang memiliki skill, knowledge dan behaviour,” tegas Owen.

Strategi Imggris dalam menciptakan link and match antara kompetensi yang diberikan kepada SDM bidang transportasi dengan kebutuhan industri yakni melalui magang dan pelatihan yang diharapkan nantinya mampu mengembangkan standar baru yang mencakup deskripsi keterampilan, pengetahuan, dan perilaku yang jelas ringkas sehingga menciptakan SDM sesuai kompetensi yang dibutuhkan pasar.

“Kami juga membangun centre of excellence untuk sektor transportasi darat dan udara yang merupakan kolaborasi antara academia dan industri. Center of excellence ini antara lain melakukan reserach dan pengembangan metode pembelajaran dan kurikulum baru serta menciptakan inovasi-inovasi pada sektor transportasi,” katanya.

Terkait dengan manajemen transportasi di Inggris, dipaparkan secara detil milestone pengembangan dan inovasi transportasi dari masa ke masa. Kerja sama Inggris dan Indonesia dalam sektor transportasi di antaranya pada uji coba electric hydrogen car, capacity building bagi SDM pada MRT dan LRT serta feasibility study pada bandara-bandara di Indonesia.

Turut hadir dalam kuliah umum Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut, Capt. Sahattua P Simatupang dan Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Heri Sudarmaji. Diskusi dipandu oleh moderator Bachrawi, Direktur Politeknik Penerbangan Makassar. (omy)