Angkasa Pura 2

Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi, Inggrid Berharap Suaminya ABK Kapal China Segera Pulang

Dermaga SDMSenin, 3 Agustus 2020
ingrid-istri-dari-abk-yang-bekerja-di-kapal-china

BREBES (BeritaTrans.com) – Ingrid Frederica (31), perempuan asal Brebes hingga kini menunggu dalam ketidakpastian.

Sang suami yang bekerja sebagai ABK (anak buah kapal) pencari ikan di China masih belum kembali, tidak ada kejelasan kabar mengenai kondisinya.

Samfarid Fauzi (33) semula bekerja di Kapal Fu Yuan Yu 060, kemudian dipindah ke Kapal Hanrong 361.

Sampai sekarang, tak ada kabar mengenai Samfarid atau informasi lain menyangkut keberadaannya.

Ingrid sudah berusaha mencari tahu nasib suaminya, termasuk kepada perusahaan yang menyalurkan pekerjaan sebagai ABK yaitu PT Puncak Jaya Samudra di Pemalang.

Karena masih belum mendapat kabar, Ingrid akhirnya berinisiatif membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Surat tersebut dia unggah di media sosial Facebook dan Instagram.

“Dalam surat itu, saya menyampaikan segala keluh kesah dan keinginan terbesar yaitu agar suami bisa pulang ke rumah. Kembali berkumpul dengan keluarga, terpenting bertemu anaknya Kenzie yang sudah sangat merindukan pelukan ayahnya,” kata Ingrid dikutip Tribunjateng.com di rumahnya di Brebes, Minggu (2/8/2020).

Meski masih bisa tersenyum, raut kesedihan terlihat jelas di wajahnya.

Ketika menceritakan Samfarid, Ingrid yang memangku Kenzie (6) tak bisa menahan air matanya.

Dia terkenang ketika kali terakhir bertukar pesan, sang suami mengatakan sudah tidak sanggup melanjutkan bekerja.

Pasalnya, sistem kerja di kapal tidak sesuai dengan yang tertulis di dalam kontrak.

Samfarid menyatakan ingin pulang ke Tanah Air, tidak bekerja di kapal lagi.

“Suami saya baru pertama kali ini bekerja menjadi ABK di kapal, kontraknya dua tahun. Dia mulai pada April 2018, jadi seharusnya April 2020 kontraknya sudah habis dan bisa pulang,” lanjut Ingrid.

Semula Samfarid menjalani pekerjaan itu dengan lancar.

Kondisi mulai berubah ketika ayah Kenzie ini dipindah ke kapal lain.

Dia mulai mengeluh kepada Ingrid tidak kuat bekerja karena tak sesuai kontrak.

Seharusnya hanya menjaring ikan, kenyataannya pagi menjaring ikan malam lanjut memancing.

“Jadi bisa istirahat hanya maksimal 3 jam, istirahat makan saja 15 menit. Bahkan suami saya bilang ini kapal kalau ada buaya harus dipancing ya pancing. Intinya suami saya sudah tidak kuat bekerja di kapal. Pindah kapal setelah satu tahun dia berangkat,” paparnya.

Pada Februari 2020, Samfarid sempat menitipkan surat melalui seorang teman.

Isinya tidak jadi pulang karena tanggung dua bulan lagi kontraknya selesai.

Mendapat kabar tersebut, Ingrid menyimpulkan sang suami masih sanggup dan kuat melanjutkan bekerja.

Sehingga ia legawa sambil terus menunggu kabar dari suami.

Hingga muncullah pandemi corona sehingga manajeman kapal yang berasal dari China itu beralasan tak bisa memulangkan karena wabah.

surat-yang-ditulis-ingrid-untuk-presiden-jokowi
Surat yang ditulis Ingrid untuk Presiden Jokowi. (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

Semakin hari perasaan Ingrid makin tidak enak.

Sampai akhirnya pada Juni lalu dia mendapat kabar kalau sang suami kembali dipindah ke kapal lain dengan alasan ditransfer sementara waktu.

“Kenapa saya pada akhirnya membuat surat terbuka untuk Pak Jokowi, karena itu jeritan hati saya. Harapan terakhir karena memang hanya pemerintah yang bisa membantu. Jadi saya sangat berharap ada respons dan bisa membantu memulangkan suami saya. Kalau agensi kapal China itu sangat alot tidak mau memulangkan, dengan banyak alasan seperti kapal tidak ada yang boleh bersandar,” jelasnya.

Selama masa kontrak dua tahun, Samfarid sama sekali tidak pulang menepati perjanjian kerja.

evakuasi-jasad-hasan-afriandi-abk-di-kapal-china
Tim gabungan saat mengevakuasi jasad Hasan Afriandi, WNI yang bekerja di kapal berbendera China Lu Huang Yuan Yu 118 yang sempat disimpan di freezer karen tewas saat kapal berada di tengah laut. (Kompas.com/Hadi Maulana)

Sambil menangis, Ingrid menuturkan hal yang paling membuatnya khawatir karena ada kabar dari ABK yang pulang bahwa di kapal tempat suami bekerja banyak pekerja yang sakit.

Ada dua ABK yang kemudian meninggal dunia dan dilarung ke laut.

Apa harapan Ingrid? Dia hanya ingin pemerintah mendengar keluh kesahnya sehingga sang suami bisa pulang selamat ke rumah.

“Saya terakhir kali bisa komunikasi lancar dengan suami itu Agustus 2018. Ada yang paling membuat saya sakit dan semakin khawatir yaitu pas suami menitipkan surat ke teman bilang kalau sudah tidak kuat lagi karena tersiksa. Tidur tidak nyenyak, makan bangkai ayam yang digoreng, pernah makan cuma pakai garam, makan pakai timun busuk, dan lain-lain. Maka saya sangat memohon bantuan Pak Presiden,” tuturnya.

Kenzie yang ikut menemani ibunya mengaku sudah sangat merindukan sang ayah.

Mereka terakhir bertemu ketika dia berusia 4 tahun.

Bocah yang sekolah di TK ini ceria mengatakan kalau sang ayah pulang akan diajak ke kebun binatang dan jalan-jalan.

Dia juga ingin dibelikan mainan oleh sang ayah.

Ingrid mendengar anaknya berceloteh sambil berlinangan air mata.

Dia menjelaskan Kenzie setiap sebelum tidur selalu berdoa meminta agar sang ayah bisa segera pulang ke rumah.

Doa ananda inilah yang menguatkan semangatnya memperjuangkan suami bisa pulang berkumpul lagi dengan keluarga. (lia/sumber:tribunnews)