Angkasa Pura 2

Balitbanghub Gelar FGD, Cari Masukan Pikiran untuk Tingkatkan Kunjungan Wisata Bahari Indonesia Menuju Kebiasaan Baru

Dermaga LitbangKamis, 6 Agustus 2020
Screenshot_20200806-110517

Screenshot_20200812-103609

BADUNG (BeritaTrans.com) – Mendukung kunjungan wisata bahari di Indonesia di era pandemi Covid-19 dan pada saat masa new normal atau kebiasaan baru, Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut Sungai Danau dan Penyeberangan (LSDP), Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Perhubungan, selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder.

Acara dengan tema ‘Potensi Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan untuk Mendukung Kunjungan Wisata Bahari di Indonesia pada Pandemi Covid 19 menuju Kebiasaan Baru’ ini diselenggarakan  berpusat di Kuta Bali, Badung, Bali pada Kamis (6/8/2020).

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan, Ir. I Nyoman Sukay Adnya, M.M. dalam laporannya mengatakan “Tujuan acara ini untuk mendapatkan pemasukan pikiran dari berbagai pihak dalam rangka menuju kebiasaan baru.”

Rapat yang diselenggarakan secara webinar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbang Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti,Ir. M.Sc secara daring melalui zoom meeting.

Dalam kesempatannya Umiyatun menyampaiakan bahwa saat ini potensi wisata mulai bergerak mengeliat dan perlu daya tarik lagi semakin terintergrasi sesama stakeholder yang bersiakusi hari ini, di masa pandemi Covid-19.

Dalam acara juga dilakukan soft louncing aplikasi SiManis Cantik, yang merupakan terobosan 4.0, sistem aplikasi terobosan dalam pengunaan transportasi laut, sungai, danau dan penyebrangan.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta hadir dengan mengenakan pakaian tradisional Bali, yang laki-laki mengenakan Kamen, Udeng dan Saputan. Namun untuk perempuan berbeda, mereka berpenampilan cantik mengenakan Kamen dan Anteng atau sejenis selendang.

Hal itu menambah kesan tradisional dan santai untuk membahas mengenai kemajuan perekonomian Indonesia, teutama di sektor wisata bahari, karena Bali merupakan paling banyak peminat wisata baharinya dan pakaian adat itu membuat suasana terasa terbawa ke kearifan lokal.

Peserta juga tetap menerapkan protokol Covid-19 menjaga jarak dengan mengenakan masker dan faceshield. (fhm)