Angkasa Pura 2

Di FGD Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi LSDP, Pemprov Bali Ungkap Potensi Pendapatan Rp116 Triliun Lenyap Akibat Covid-19

Screenshot_20200806-235232

BADUNG (BeritaTrans.com) – Sektor  pendapatan Provinsi Bali mengalami kontaraksi minus 10,98 persen akibat dihantam pandemi Covid-19 karena ditutupnya akses wisatawan ke pulau Dewata tersebut.

Bali hanya mengunggulkan daya tarik dari kebudayaannya, ini yang dirawat malalui spiritualitas, melalui kearifan lokal dan keindahan alam. “Inilah daya tarik pariwisata bali dengan kesuciannya dengan adat istiadat dan aura taksunya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi Bali, Ir I Putu Astawa MMA dalam acara FGD di Badung, Bali bersama Badan Penelitian dan
Pengembangan Kementerian Perhubungan di Badung, Bali, Kamis (6/8/2020).

“Dalam Tahun 2019 kemarin sebetulnya kedatangan jumlah wisatawan yang kami dapatkan itu memang cukup besar, 6.300.000 dengan rata-rata perhari sekitar 415 USD, sekitar 2.300.000. Tidak kurang dari 116 Triliun devisa yang bisa kita(Bali) peroleh dalam setahun ini,” ungkap I Putu Astawa.

Akibat pandemi Covid-19 dia menjelaskan, devisa tersebut hilang, bahkan pajak hotel, restauran, kemudian juga pada produk-produk pertanian juga turun, sehingga mengalami inflasi.

“Produk-produk hasil pertanian harganya kurang akibatnya, petani tidak bergairah untuk berproduksi. Inilah akibat dari multiplayer efek dari triger dampak wisata tersebut,” tambahnya.

Menurutnya Bali merupakan pintu gerbang utama pariwisata di Indonesia yang memberikan kontribusi yang cukup besar dari segi perolehan devisa maupun dari segi jumlah kunjungan.

“Baik langsung maupun tidak langsung Bali itu 70 persen ketergatungan PDRB dari sektor pariwisata,” katanya.

Dia berharap pada masa new normal dan adaptasi kebiasan baru inilah yang harus dilaksakan secara tertib dan disiplin. Pada tanggal 4 agustus lalu, pihaknya telah menerapkan hukuman untuk bagi siapa saja yang melanggar protokol kesehatan.

“Membuka pariwisata di tengah Covid-19 itu merupakan satu-satunya jalan berdamai. Dengan selalu mengenakan masker dan ikuti pakai handsinitizer juga pentingnya menjaga kebugaran,” katanya.

Menurutnya meningkatkan pariwisata di Bali tidak melulu entang diskon, pemerintah harus akan menjamin keamanan pengunjung.

Pemerintahnya saat ini sudah menyediakan 17 rumah sakit dengan dokter profesional yang selalu siap siaga melayani warga mana saja baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dia juga mengatakan bahwa wisatawan dari luar negeri akan bisa masuk ke pulau tersebur pad tanggal 11 September 2020, dan tinggal menunggu jawaban dari Kementerian Luar Negeri.
 
“Prinsip membuka pariwisata ini juga dilakukan secara kehati-hatian secara terbatas, awalnya akan dilakukan secara lokal, kemudian nasional dengan menunjukan surat bebas Covid-19 hingga akhirnya nanti tanggal 11 September 2020 akan membuka untuk wisata mancanegara sesuai intruksi dan jaminan Kementerian Luar Negeri Indonesia,” katanya.

Dirinya mengemukan pada saat normal kembali, pihaknya akan menggunakan bloger, youtuber kemudian juga melakukan event-event di gelanggang-gelanggang terbuka untuk memberikan kepercayaan bahwa Bali aman untuk dikunjungi.

“Bali akan segera bangkit, wisatawan percaya, lalu kita disiplin, masayarakat bali semua disiplin, industri, pariwisata bersinergi, para media, akademisi kita bersatu dalam situasi sulit ini,” tutupnya. (fhm)