Angkasa Pura 2

Kapal Patroli Polairud Tenggelam di Perairan Pulau Tibi, 3 Polisi Hilang

DermagaMinggu, 9 Agustus 2020
images - 2020-08-09T195838.596

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kapal Patroli Kepodang-5001 milik Polairud tenggelam di perairan Pulau Tibi, Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara. Kapal berpenumpang enam personel kepolisian itu karam dihantam gelombang tinggi karena cuaca buruk.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan, tiga polisi ditemukan selamat. Tiga lainnya dalam proses pencarian.

“Kecelakaan karena cuaca buruk,” kata Argo dikutip dari iNews.id, Minggu (9/8/2020).

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (8/8/2020) pukul 20.00 Wita. Tim Kepodang-5001 yang dipimpin oleh Bripka Ujang beserta lima personel lainnya melaksanakan patroli rutin di sekitar perairan Juata ke arah Pulau Tibi dengan menggunakan speedboat berwarna abu-abu dengan mesin tempel 40 PK.

Pada pukul 23.00 Wita cuaca memburuk di sekitar perairan Tarakan Utara. Pada Minggu (9/8/2020) pukul 00.00-06.30 Wita petugas piket kehilangan kontak dengan tim patroli.

Pada pukul 06.35 Wita personel Ditpolairud Polda Kaltara Bripka Made Bilantara mengecek posisi tim patrol. Dari pengecean itu diketahui speedboad tim patrol belum bersandar.

Karena itu dia berinisiatif mengontak Bripka Ujang. Komunikasi itu tersambung. Bripka Walia melaporkan mereka mengalami kecelakaan di perairan Pulau Tibi. Dia pun mengirimkan lokasi musibah kecelakaan itu.

Mendapatkan laporan tersebut dirpolairud Polda Kaltara segera memerintahkan personel Ditpolairud Polda Kaltara dan Personel KP Kepodang untuk melaksanakan pencarian dan penyelamatan terhadap KP Kepodang 500-1. Sebanyak 12 personel bergerak.

Pada pukul 08.00 Wita, tim SAR menemukan tiga anggota tim patroli KP Kepodang yakni Bripka Ujang, Brigpol Amrullah (ABK), dan Bharada Rivaldi U’jae. Ketiga personel tersebut langsung dievakuasi dalam kondisi sehat.

Tim SAR saat ini masih melanjutkan pencarian ketiga personel di sekitar lokasi yang masih belum ditemukan. Mereka yakni Brigpol Ivan Bilasman, Bharatu Yoseph Arianto dan Bharatu Donni Budi Santoso. (lia/sumber:inews)