Angkasa Pura 2

Pesawat Arab Saudi Angkut 120 Ton Bantuan Darurat Tiba di Lebanon

KokpitMinggu, 9 Agustus 2020
008340700_1596604365-20200804-Pandangan-Udara-dari-Pelabuhan-Beirut-Usai-Ledakan-Lebanon-AP-4

Beirut (BeritaTrans.com) – Pesawat pertama asal Arab Saudi yang mengangkut lebih dari 120 ton bantuan darurat tiba di Beirut, Lebanon. Menurut laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), Sabtu 8 Agustus 2020, bantuan darurat meliputi pasokan medis, peralatan perlindungan, dan makanan serta minuman.

Ketibaan pesawat ini merupakan bagian dari inisiatif Saudi dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Lebanon, usai ledakan dahsyat di Beirut pada 4 Agustus menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai 5.000 lainnya.

Pasokan bantuan yang dikirim melalui Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) ini diterima Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed Fahmi, Duta Besar Saudi Walid bin Abdullah Bukhari, dan juga tim KSrelief di Bandara Internasional Beirut.

“Tim KSrelief akan menindaklanjuti dan mengawasi distribusi bantuan untuk memastikan semua tersalurkan ke orang yang membutuhkan,” tulis laporan SPA.

Jumat kemarin, dua pesawat bantuan bertolak dari Saudi dengan membawa obat-obatan, perangkat medis, peralatan perlindungan, dan makanan serta minuman.

Sejumlah pesawat bantuan dari Saudi dijadwalkan tiba di Lebanon dalam beberapa hari ke depan.

Penyebab ledakan di Beirut masih diselidiki. Namun investigasi awal mengindikasikan ledakan berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di sebuah gudang dekat Pelabuhan Beirut.

Presiden Michel Aoun menolak seruan investigasi internasional atas ledakan di Beirut. Ia menilai seruan tersebut merupakan upaya pihak tertentu dalam “mengaburkan kebenaran.”

Aoun mengatakan ada dua skenario dalam ledakan Beirut, yakni kemungkinan terjadinya “kelalaian” atau adanya “intervensi eksternal” yang melibatkan “misil atau bom.”

(lia/sumber:medcom)