Angkasa Pura 2

B-29 Superfortress, Pesawat AS yang Jatuhkan Bom Atom di Nagasaki 75 Tahun Lalu

KokpitSenin, 10 Agustus 2020
inilah-pesawat-as-yang-jatuhkan-bom-atom-di-nagasaki-9-agustus-1945

NAGASAKI (BeritaTrans.com) – 75 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 9 Agustus 1945, sebuah bom nuklir dengan daya ledak super besar dijatuhkan oleh pesawat AS di kota Nagasaki, Jepang.

Jumlah orang yang meninggal menyusul ledakan bom atom di Hiroshima diperkirakan mencapai 140.000 jiwa dari populasi 350.000 orang. Sementara itu, setidaknya 74.000 individu kehilangan nyawa di Nagasaki.

Radiasi yang dilepaskan bom nuklir ini menyebabkan ribuan orang meninggal dalam hitungan minggu, bulan, dan tahun setelah peristiwa tersebut.

Mereka yang bertahan hidup dari serangan bom ini dikenal dengan istilah hibakusha. Para penyintas tersebut menghadapi hal-hal mengerikan termasuk trauma psikologis.

Tragedi bom di Hiroshima dan Nagasaki ini sontak mengakhiri perang di Asia. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada 14 Agustus 1945.

Tapi para kritikus mengatakan bahwa Jepang sebenarnya sudah di ambang kekalahan.
_113815511_d6df3603-e7df-485d-bacd-54014ba9609f
Kru pesawat Enola Gay yang menjatuhkan bom atom di Hiroshima

Menyusul berakhirnya perang di Eropa pada 7 Mei 1945, pihak Sekutu meminta Jepang untuk menyerah pada 28 Juli, tapi tenggat waktu ini lewat begitu saja.

Diperkirakan 71.000 pasukan dari Inggris dan negara-negara Persemakmuran tewas saat melawan Jepang, termasuk lebih dari 12.000 tawanan perang yang meninggal dalam tahanan Jepang.

Pada 6 Agustus 1945, pukul 08.15 waktu Jepang, sebuah pesawat Amerika jenis B-29 bernama Enola Gay menjatuhkan sebuah bom atom di Hiroshima.

Bom atom dengan daya ledak yang setara dengan 22.000 ton TNT ini dirakit oleh para ilmuwan dan insinyur di Los Alamos Laboratory menggunakan plutonium dari Hanford Site.

Fat Man dibawa oleh pesawat Boeing B-29 Superfortress Bockscar yang dikomandoi oleh Mayor Charless Sweeney.

B-29 Superfortress adalah bomber kelas berat yang digerakkan oleh empat mesin utama, dirancang oleh Boing dan diterbangkan oleh AS selama Perang Dunia II dan Perang Korea.

Superfortress dirancang untuk pemboman strategis di ketinggian tetapi juga unggul dalam pemboman malam di ketinggian rendah.

Pesawat ini juga sempat digunakan untuk menjatuhkan ranjau laut untuk memblokir armada Jepang.

Pada bulan Agustus 1945, pesawat bomber ini sukses menjatuhkan dua bom atom nuklir, masing-masing di Hiroshima dan Nagasaki.

Membuat pesawat ini menjadi satu-satunya pesawat yang pernah menggunakan senjata nuklir dalam perang.

Pesawat yang bertugas di Hiroshima mendapat julukan Enola Guy, dterbangkan oleh Letkol Paul W. Tibbets, menjatuhkan bom pertama berjuluk Little Boy, pada tanggal 6 Agustus 1945.

Little Boy merupakan bom atom dengan bobot hingga 4.400 kg dan memiliki daya ledak setara dengan 15.000 ton TNT.

Saat ini Enola Guy telah direstorasi dengan baik dan dipamerkan di Smithsonian’s Steven F. Udvar-Hazy Center, di luar Bandara Dulles di Washington, D.C.

Dengan biaya desain dan produksi sebesar $3 miliar, setara dengan $43 miliar saat ini, proyek B-29 jadi yang termahal selama perang dunia berlangsung.

Setelah Jepang menyerah tanpa syarat, B-29 mulai digunakan untuk tujuan lain.

Misalnya adalah menerjunkan pasokan makanan dan logistik lain di kamp-kamp tawanan perang Jepang.

Oleh AS, sejumlah armada B-29 juga pernah dipinjamkan ke skuadron pengebom Angkatan Udara Inggris.

Pengalaman Korban

Reiko Hada berusia sembilan tahun saat bom meledak di Nagasaki.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis foto Lee Karen Stow, dia menggambarkan pengalamannya: “Saya berhasil masuk ke dalam rumah, dan sepertinya saya bahkan bisa melangkah ke dalam, kemudian ledakan itu terjadi dengan cepat.

“Sebuah cahaya menyilaukan masuk ke dalam mata saya. Warnanya kuning, coklat, dan jingga, semuanya bercampur.

“Saya bahkan tak punya waktu untuk bertanya-tanya, apa itu.. Dalam waktu singkat, segalanya menjadi putih.

“Rasanya, saya seolah-olah ditinggalkan sendirian. Berikutnya, terdengar suara gemuruh yang keras. Lalu saya pingsan.”
_113542657_8_2_gettyimages-636132294
Bangunan yang rusak di Nagasaki setelah bom atom.

Hada menyaksikan orang-orang yang mengalami luka serius akibat bom atom.

“Banyak yang melarikan diri dari Gunung Konpira menuju wilayah kami. Orang-orang dengan bola mata yang sudah keluar, rambut mereka acak-acakan, hampir semuanya telanjang, luka bakar parah dengan kulit yang menggelantung.

“Ibu saya mengambil handuk dan seprai di rumah dan, dengan perempuan lain di wilayah kami, mengajak orang-orang untuk menuju ke auditorium perguruan tinggi terdekat, tempat mereka bisa berbaring.

“Mereka meminta air. Saya diminta memberi mereka air. Lalu saya menemukan mangkuk dan pergi ke sungai terdekat dan mengambil air untuk mereka minum.

“Setelah minum seteguk air, mereka mati. Orang-orang mati satu per satu.

“Tidak mungkin untuk mengetahui siapa orang-orang itu. Mereka tidak mati seperti layaknya manusia.”
_113815516_391f89dd-8863-4ae3-851e-33ddc5cd6ece
Anak-anak di Hiroshima menggunakan masker wajah untuk melindungi diri mereka dari polusi udara di tengah kota yang telah hancur, Oktober 1945. Foto: Getty Images.

Jepang menyerah tanpa syarat pada 14 Agustus.

Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat, Harry Truman, menyampaikan sebuah sebuah pidato di luar Gedung Putih, dengan mengatakan: “Ini adalah hari yang telah kita tunggu-tunggu sejak Pearl Harbor. Ini adalah hari di mana fasisme akhirnya berakhir, seperti yang kita ketahui itu akan terjadi.”

Keesokan harinya, Kaisar Jepang Hirohito untuk pertama kalinya berbicara melalui siaran radio. Dia menyalahkan penggunaan “bom baru dan paling kejam” agar Jepang menyerah tanpa syarat.

Dia menambahkan: “Jika kita terus berperang, ini tidak hanya akan mengakibatkan kehancuran total dan pemusnahan negara Jepang, tapi juga akan menghancurkan peradaban manusia.

Perdana Menteri Inggris, Clement Atlee mengatakan: “Musuh terakhir kita telah menyingkir”

Dia menambahkan, berterima kasih khusus kepada AS “tanpanya upaya luar biasa perang di Timur akan terus berlanjut bertahun-tahun.”
_113817249_4d99b02f-97a2-4292-abb3-39f1e7e20042
Kondisi Hiroshima satu tahun setelah ledakan bom atom, menunjukkan bangunan dari kayu pasokan pemerintah didirikan di atas kota yang rata. Foto: Getty Images.

Setelah Jepang menyerah, dua hari libur nasional diumumkan sebagai perayaan di Inggris, AS dan Australia.

Jutaan orang dari negara-negara sekutu mengambil bagian untuk berpawai dan berpesta di jalan dalam hari kemenangan melawan Jepang (VJ) pada 15 Agustus.

Di London, keluarga kerajaan menyambut orang-orang dari balkon Istana Buckingham.
_113817250_d12dda66-d796-48fe-81cf-a62b20585906
Kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas yang rusak setahun setelah bom atom meledak di Hiroshima. Pada saat bersamaan, ribuan orang masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan. Foto: Getty Images.

Dokumen resmi menyerah ditandatangani Jepang pada 2 September 1945 di atas kapal perang USS Missouri di perairan Tokyo.

(lia/sumber: tribunnews dan BBC)