Angkasa Pura 2

Penumpang KRL Tidak Tertib Antre, Pintu Selatan Stasiun Tanah Abang Ditutup

EmplasemenSelasa, 11 Agustus 2020
Screenshot_20200811-070212

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) akan menutup sementara akses pintu masuk dan keluar di sisi selatan Stasiun Tanah Abang menuju Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Pasar Tanah Abang.

Penutupan ini akibat pengguna KRL, yang sering populer sebagai Roker alias Rombongan Kereta,  tidak dapat mengantre dengan tertib saat ada penyekatan untuk memasuki stasiun.

“Penutupan berlangsung mulai besok, Selasa (11/8) pada pukul 14.00 WIB setiap hari kerja,” kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangan resminya dikutip dari CNNIndonesia, Senin (10/8).

Sebelumnya, ramai di media sosial Twitter soal kondisi di Stasiun Tanah Abang. Dalam video yang diunggah oleh akun @vrlivndsyh, terlihat bahwa pengguna KRL berdesak-desakan saat memasuki stasiun tanpa mempedulikan imbauan jaga jarak.

Anne menyatakan kejadian tersebut terjadi pada sore hari, ketika pengguna KRL tidak dapat mengantre dengan tertib saat ada penyekatan untuk memasuki stasiun. PT KCI sangat menyesalkan kejadian ini karena para pengguna kembali tidak tertib dan tidak sadar untuk menjaga jarak.

Menurut dia, kondisi ini berbeda dengan kondisi di waktu yang sama dari pintu masuk arah kawasan integrasi antarmoda di sisi utara Stasiun Tanah Abang. Di sana, kata dia, pengguna dapat antre dengan tertib dan tetap menjaga jarak.

Lebih lanjut, kata Anne, hingga pukul 19.00 WIB tadi, sebetulnya juga tidak ada peningkatan jumlah pengguna di Stasiun Tanah Abang. Malah, kata dia, jumlah pengguna KRL yang hendak naik dari Stasiun Tanah Abang justru turun jika dibandingkan Senin 3 Agustus lalu saat situasi kondusif sepenuhnya.

“Hingga jam 7 malam, jumlah pengguna yang masuk dari Stasiun Tanah Abang berjumlah 21.139 pengguna, atau turun 7 persen dibanding Senin pekan lalu,” jelas Anne.

“Hingga pukul 7 malam pada Senin lalu, tercatat 22.595 pengguna yang hendak naik KRL dari Stasiun Tanah Abang,” lanjutnya.

Anne menambahkan, dengan penutupan akses pintu keluar-masuk ini, calon pengguna KRL yang akan masuk dan keluar stasiun hanya dapat melalui hall sisi utara Stasiun Tanah Abang. Para calon pengguna juga diharuskan mematuhi protokol kesehatan yang harus dijalani saat akan naik KRL.

“Penyekatan antrean akan tetap dijalankan bila kondisi peron dan area stasiun sudah cukup padat untuk memungkinkan physical distancing di dalam kereta, sebagaimana yang selama ini sudah berjalan tertib di area integrasi antarmoda menuju masuk Hall Utara Stasiun Tanah Abang,” ujar Anne.

Menurut dia, penyekatan dan antrean calon pengguna KRL di beberapa stasiun padat lainnya sudah berjalan tertib selama tiga bulan terakhir ini. Pada pagi hari penyekatan dan antrean calon pengguna KRL di sejumlah stasiun antara lain Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, dan Bekasi, berjalan dengan tertib.

Pun di sore hari di Stasiun Jakarta Kota, Juanda, Sudirman dan Tebet para calon pengguna KRL dengan tertib mengantre untuk masuk stasiun dan KRL. (fhm)